
Sebagai laporan eksklusif dari Cetro Trading Insight, Alfamidi memperlihatkan gebrakan keuangan yang menegaskan kepercayaan pasar. MIDI menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp396,2 miliar dari laba bersih 2025, dengan rasio pembayaran 50 persen. Pembagian ini menandai komitmen perusahaan pada pemegang saham dan potensi daya tarik investasi jangka panjang.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan meningkatkan rasio dividen dari 45 persen menjadi 50 persen, menunjukkan fokus manajemen pada imbal hasil pemegang saham. Total dividen untuk 2025 mencapai Rp396,2 miliar dan pembayaran per saham diperkirakan Rp11,85, sesuai hasil RUPST. Peningkatan ini mencerminkan kinerja laba bersih yang lebih kuat dibanding tahun lalu.
Dividen tunai akan dibayarkan pada 25 Juni 2026, menurut rilis resmi perseroan. Angka total pembayaran naik sekitar 61 persen dibandingkan dividen dari laba 2024. Keputusan ini menandai momentum positif bagi investor yang menilai Alfamidi sebagai pilar pertumbuhan ritel nasional.
Pada 2025 MIDI mencatat kinerja keuangan yang membaik, dengan pendapatan neto mencapai Rp20,64 triliun dan naik 3,79 persen dari tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak menjadi Rp792,36 miliar, tumbuh 45,01 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa operasi ritel Alfamidi tetap kuat meski kondisi pasar menantang.
Pendorong utama kinerja adalah ekspansi jaringan gerai yang berperan besar dalam memperluas akses pelanggan. Pada akhir 2025 Alfamidi mengoperasikan 2.587 gerai yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Komposisi gerai terdiri atas 2.503 Alfamidi, 80 Alfamidi Super, dan 4 Midi Fresh, memperkuat posisi brand di pasar ritel nasional.
Dengan jangkauan gerai yang meluas, MIDI berhasil menjaga kinerja operasional secara luas, termasuk pertumbuhan pendapatan, meski segmentasi pasar ritel menantang. Peningkatan laba bersih tahun berjalan menunjukkan efisiensi biaya dan sinergi antara jaringan waralaba dengan manajemen terpusat. Perusahaan menyiratkan bahwa kunci pertumbuhan kedepan adalah tata kelola yang ketat dan evaluasi rencana ekspansi.
Ekspansi Alfamidi yang agresif tercermin dari jumlah gerai yang mencapai 2.587 pada akhir 2025, dengan penjangkauan luas hingga Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Pengembangan jaringan ini memberi akses lebih luas bagi konsumen dan meningkatkan daya saing di segmen ritel nasional. Upaya ini sejalan dengan strategi grup untuk memperkuat omnichannel dan layanan pelanggan.
Strategi ekspansi tidak hanya memperluas jaringan tetapi juga memperkuat operasional lintas wilayah melalui logistik yang lebih efisien dan dukungan rantai pasok. Peningkatan kapasitas gerai baru berpotensi menopang pertumbuhan pendapatan di masa mendatang dan meningkatkan potensi dividen bagi pemegang saham. Cash flow yang lebih sehat diharapkan menjaga stabilitas keuangan meskipun persaingan meningkat.
Bagi investor, kinerja 2025 MIDI memberikan saat positif untuk memahami potensi dividen berkelanjutan dan pertumbuhan pendapatan jangka panjang. Kondisi pasar ritel Indonesia tetap dinamis, namun kemampuan Alfamidi dalam memperluas jaringan menjadi indikator utama arah kinerja 2026. Dengan dukungan dari Cetro Trading Insight, kami melihat fondasi fiskal yang kuat mendasari rekomendasi jangka menengah.