ALMI berada di ambang momentum penting: upaya mematuhi porsi saham publik (free float) BEI menjadi kunci mengakselerasi normalisasi perdagangan setelah masa suspensi yang berkepanjangan. Perusahaan menegaskan bahwa penjajakan dengan calon investor sedang berlangsung dan belum menghasilkan kesepakatan final. Menurut laporan eksklusif Cetro Trading Insight, jalan menuju kepatuhan regulasi masih menuntut keseriusan dan evaluasi menyeluruh atas opsi-opsi yang tersedia.
Progres penjajakan hingga saat ini mencapai 40% untuk investor China dan 50% untuk investor lokal, tetapi kedua pihak belum mencapai kesepakatan. Alhasil, belum ada timeline resmi untuk normalisasi perdagangan. Cetro Trading Insight menilai bahwa dinamika ini mencerminkan kebutuhan perusahaan untuk menyeimbangkan kepentingan publik dan investor strategis.
Pjs Corporate Secretary Windy Brigitta Carp menegaskan bahwa perusahaan dan pemegang saham pengendali masih terus mengevaluasi opsi terbaik untuk memenuhi ketentuan free float. Jika akhirnya ditemukan solusi yang tepat, perusahaan akan segera menyampaikan informasi detail kepada OJK dan BEI serta publik. Mereka menekankan komitmen terhadap transparansi proses dan kepatuhan regulasi sebagai prioritas utama.
Minat investor China menjadi indikator minat asing terhadap ALMI, meski realisasi transaksi belum tercapai. Tahap penjajakan awal yang dilakukan menunjukkan potensi kolaborasi jangka menengah, meski manfaat nyata bagi likuiditas masih menunggu kepastian. Pihak perusahaan menekankan bahwa semua langkah akan menjaga hak pemegang saham minoritas.
Investor lokal juga menunjukkan minat yang signifikan, dengan pembahasan lanjutan mencapai 50%. Negosiasi dilakukan dengan calon investor strategis jangka panjang yang tidak terafiliasi dengan perseroan. Keputusan final masih bergantung pada kajian komprehensif dan hasil negosiasi terkait struktur kepemilikan serta jadwal transaksi.
Alim Investindo memegang 15,72% saham ALMI sebagai pengendali, dan Alim Markus disebut sebagai salah satu penerima manfaat akhir. Kebijakan kepemilikan publik yang rendah, sekitar 2,5%, menjadi hambatan utama bagi kepatuhan terhadap regulasi free float. Perluasan porsi perdagangan publik menjadi prasyarat penting untuk normalisasi likuiditas saham ALMI.
Sejak sesi I Call Auction Rabu, 30 Oktober 2024, BEI menghentikan perdagangan ALMI untuk menjaga kepatuhan terhadap ketentuan free float. Suspensi ini bertahan hingga ada kepastian pemenuhan porsi saham publik. Dari data registrasi pemegang saham, free float ALMI hanya 2,5 persen.
Normalisasi pasar membutuhkan rencana terukur tentang bagaimana perusahaan akan meningkatkan porsi saham yang dimiliki publik. Langkah-langkah potensial bisa meliputi penerbitan saham tambahan, divestasi pemegang saham pengendali, atau perombakan struktur kepemilikan. Keputusan eksekusi akan berdampak langsung pada likuiditas dan minat investor.
Fokus jangka panjang adalah pemulihan likuitas dan kepatuhan regulasi. Pihak manajemen menegaskan akan menjaga transparansi, dengan pembaruan rutin dan jadwal yang jelas. Cetro Trading Insight akan terus mengikuti perkembangan dan menginformasikan pembaruan kepada pembaca.