AMMN mencatat penurunan laba bersih sebesar 60% pada 2025 karena larangan ekspor konsentrat dan fase ramp-up smelter. Kondisi ini menandai transisi operasional yang berat bagi perusahaan. Analisis Cetro Trading Insight, bekerja bersama Array, membantu menjelaskan bagaimana faktor tersebut memengaruhi prospek jangka pendek sambil menilai fundamental.
Pendapatan perseroan tercatat merosot 31% dari USD2,66 juta menjadi USD1,847 juta pada 2025. Pada kuartal IV-2025 AMMN memperoleh izin ekspor konsentrat dengan kuota 480.000 metrik ton kering untuk enam bulan, memberikan fleksibilitas tambahan selama fase ramp-up. Analisis dari Array dan www harga emas com menunjukkan bagaimana dinamika logam mulia dan tembaga berjangka dapat mempengaruhi prospek jangka pendek, meski fokus utama adalah operasional.
Volume bijih segar yang ditambang meningkat 60 persen, namun kadar bijih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada kuartal IV-2025, AMMN menjual 151.353 metrik ton kering konsentrat tembaga dengan kandungan 69 juta pon tembaga dan 55.402 ons emas. Proses ramp-up dan diversifikasi fase 8 menandai tantangan jangka pendek namun potensi jangka panjang tetap besar.
Pada IV-2025, AMMN menjual 151.353 metrik ton kering konsentrat tembaga dengan kandungan 69 juta pon tembaga dan 55.402 ons emas. Produksi konsentrat sepanjang 2025 mencapai 446.563 metrik ton kering, turun 41% YoY. Volume ini mencerminkan transisi dari material stockpiles ke bijih segar berkadar lebih rendah di Fase 8, meski yield emas tetap ada.
Produksi tembaga dan emas pada 2025 masing-masing sebesar 209 juta pon dan 102.758 ons, turun sebesar 47% dan 87% YoY. Penurunan ini terkait langsung dengan kualitas bijih yang lebih rendah dan periode ramp-up smelter. Meski demikian, kinerja smelter telah stabil di kuartal IV-2025 dan prospek 2026 tetap positif.
Di sisi hilir, produksi katoda tembaga dimulai pada akhir Maret 2025 dengan total 79.849 ton untuk 2025, setara 176 juta pon tembaga. Sementara itu, produksi emas murni mencapai 124.723 ons sepanjang tahun 2025. Fungsi ekspansi utama seperti PLTGU, fasilitas regas LNG, dan peningkatan kapasitas pabrik konsentrat diproyeksikan tetap berjalan sesuai rencana, mendukung kinerja jangka panjang.
Arief Sidarto, Direktur Utama AMMN, menyatakan bahwa fundamental jangka panjang untuk tembaga dan emas tetap sangat kuat meski hambatan jangka pendek. Perusahaan menegaskan fokus pada eksekusi disiplin, efisiensi biaya, dan keunggulan operasional untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham. Pembangunan PLTGU, regasifikasi LNG, dan ekspansi pabrik konsentrat diharapkan meningkatkan kapasitas smelter dan kelistrikan, menunjang produksi 2026.
AMMN juga menegaskan bahwa izin ekspor dan alokasi kuota yang stabil menjadi kunci fleksibilitas selama ramp-up. Meski menghadapi volatilitas harga logam, strategi rendah biaya dan peningkatan utilisasi fasilitas diharapkan mendorong rebound kinerja. Analisa dari Cetro Trading Insight dan Array menunjukkan sinergi antara pemasokan bijih berkadar rendah dan peningkatan permintaan logam, meskipun perlu pemantauan regulasi.
Namun, risiko operasional seperti perubahan regulasi ekspor dan volatilitas harga tetap menjadi fokus. Investor disarankan memantau kinerja logam aktuari, serta progres ekspansi yang bisa mengubah profil risiko dan return AMMN. Untuk strategi investasi, para analis dari Cetro Trading Insight menilai bahwa sinyal trading bersifat netral dalam jangka pendek hingga menengah, seiring perbaikan operasional dan stabilitas smelter.