Analisis Pasar Menjelang Rilis Data AS: USD Menguat, Emas Tertekan dan Perkembangan EUR/USD serta USD/JPY

Analisis Pasar Menjelang Rilis Data AS: USD Menguat, Emas Tertekan dan Perkembangan EUR/USD serta USD/JPY

trading sekarang

Indeks dolar AS sempat menyentuh level tertinggi 13 bulan di sekitar 101.80 pada hari Rabu, sebelum mengalami koreksi namun tetap berada di atas 101.50 saat pembukaan sesi Asia. Pergerakan ini mencerminkan momentum bullish yang masih tertahan meski risk appetite terlihat terbatas. Analis menilai pasar menimbang data ekonomi yang akan dirilis sebagai pendorong arah selanjutnya.

Pada paruh kedua hari itu, BEA akan mempublikasikan PCE Price Index May serta Personal Spending dan Personal Income, disertai revisi akhir pertumbuhan GDP Q1. Selain itu, kalender ekonomi AS juga menampilkan Durable Goods Orders untuk Mei dan klaim pengangguran mingguan. Pelaku pasar menunggu data tersebut untuk menilai keseimbangan antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Secara umum, sentimen pasar cenderung berhati-hati dan menahan diri dari aset berisiko. Meski dolar mempertahankan momentum, pedagang tetap memperhatikan faktor risiko geopolitik dan dinamika kebijakan moneter. Kondisi ini menjaga peluang volatilitas yang lebih tinggi pada beberapa instrument termasuk logam mulia dan pasangan mata uang utama. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

EUR/USD bergerak dalam kisaran ketat di sekitar 1.1350 pada sesi Eropa, setelah turun sekitar 0.2% pada hari sebelumnya. Bandingkan momentum dengan rilis data ekonomi utama yang akan datang; para trader menantikan arah dari kebijakan ECB melalui Economic Bulletin yang akan dirilis nanti. Ketidakpastian membuat pasangan ini tetap berada pada kisaran sempit, meski dinamika suku bunga di zona euro menjadi faktor kunci.

USD/JPY melaju menuju 162.00 setelah kenaikan tipis, meningkatkan risiko intervensi jika lonjakan mata uang tersebut berlanjut. Pasar memantau pernyataan pejabat BoJ, terutama terkait penundaan normalisasi kebijakan jika inflasi tidak sepenuhnya terkendali. Ketegangan ini menambah volatilitas pada pasar mata uang berisiko tinggi.

Perkembangan dari BoJ, bersama dengan komentar pejabat lain, menambah asumsi bahwa kebijakan moneter bisa menahan diri di dekat level yang netral. Bank sentral Eropa juga menegaskan fokus pada stabilitas harga dalam laporan bulanan yang akan dipublikasikan. Sambil itu, pelaku pasar tetap memperhatikan pergerakan dolar sebagai penentu arah untuk aset risiko.

Emas berpotensi mengalami tekanan jual yang berkelanjutan dan diperdagangkan di bawah level kunci, menandai bagaimana optimisme terhadap risiko berubah. Pelaku pasar mengaitkan pergerakan harga dengan pernyataan geopolitik, seperti penolakan terhadap jalur perdagangan melalui Selat Hormuz dan ketegangan regional. Kondisi ini menambah ketidakpastian bagi investor yang mencari lindung nilai.

AUD/USD berupaya memulihkan momentum meski keadaan pasar global belum sepenuhnya mendukung pemulihan, dan diperdagangkan sekitar 0.6900 dalam sesi Eropa. Pasar memantau data pekerjaan Australia yang lebih baik dari perkiraan namun tidak cukup untuk mengubah tren jangka pendek. Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan mata uang komoditas cenderung sensitif terhadap arah global risiko.

Selain rilis data PCE dan GDP, dinamika geopolitik seperti penolakan terhadap jalur perdagangan melalui Hormuz dan ketegangan di Lebanon ikut membentuk sentimen emas. Permintaan logam mulia sebagai lindung nilai cenderung meningkat saat ketidakpastian geopolitik meningkat, meskipun tekanan teknis dan prospek inflasi turut membatasi kenaikan. Investor disarankan memperhatikan level pendukungan teknikal serta potensi perubahan kebijakan moneter yang dapat mengubah arah pasar.

banner footer