
Harga perak XAG/USD mencoba menstabilkan diri di atas SMA 200 hari setelah penurunan tajam pekan lalu. Tekanan berasal dari ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk lebih lama, membatasi daya tarik logam mulia tanpa imbal hasil ini. Secara teknis, XAG/USD masih diperdagangkan di bawah MA 50 dan MA 100 hari, sehingga sentimen jangka pendek cenderung bearish.
Di saat penulisan, XAG/USD diperdagangkan sekitar 68,50 dolar, setelah sempat menyentuh level 66,18 di sesi sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan rebound terbatas karena dinamika dolar AS dipengaruhi data NFP dan langkah kebijakan bank sentral. Laju harga juga dipengaruhi sentimen pasar yang menantikan data inflasi AS untuk mengarahkan arah kebijakan moneter ke depan.
Analisis teknikal menunjukkan bias bearish pada grafik harian karena harga masih di bawah 50- dan 100-day SMAs. Dukungan langsung terletak pada 200-day SMA mendekati 67,94 dolar yang berfungsi menstabilkan aksi harga pasca penurunan pekan lalu. Indikator momentum relatif lemah dengan RSI sekitar 37, sedangkan ADX di sekitar 17 menunjukkan tren yang relatif lemah dan tanpa kekuatan tren yang jelas. Secara potensi, resistance pertama berada di sekitar 50-day SMA sekitar 76,15, sementara tembusannya dapat membuka peluang menuju 100-day SMA di kisaran 80,38. Penutupan harian di bawah 67,94 akan memperkuat prospek bearish.
Faktor utama yang membentuk arah harga logam ini adalah ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Pasar memperkirakan bahwa suku bunga akan tetap lebih tinggi untuk periode yang lebih lama, sehingga membatasi permintaan terhadap logam non-imbal hasil. Ketidakpastian harga di pasar tenaga kerja AS juga menjaga volatilitas harga logam ini tetap tinggi.
Perkembangan di kawasan geopolitik turut menambah kompleksitas sentimen pasar. Beberapa laporan menyebut Iran menghentikan operasi militer dan pembicaraan damai berlanjut dengan Tehran. Meski demikian, dampak terhadap USD dan perak belum terlalu jelas dan tetap bergantung pada data ekonomi berikutnya. Sinyal-sinyal ini membuat trader berhati-hati menjelang rilis data ekonomi utama akhir pekan ini.
Selain itu, pergeseran sentimen pasar terhadap dolar AS juga diperparah oleh gambaran inflasi yang akan dirilis. Investor menanti data inflasi AS sebagai kunci arah kebijakan moneter Federal Reserve dan jalur suku bunga. Kondisi ini membuat XAG/USD tetap rentan terhadap perubahan kebijakan dan data ekonomi yang relevan.
Level teknikal penting berada pada 50-day SMA di sekitar 76,15, yang berfungsi sebagai resistance utama jika harga mencoba melanjutkan rebound. Sementara itu, 200-day SMA di sekitar 67,94 menjadi support kritis yang perlu diamankan untuk menjaga konteks bullish jangka menengah. Pergerakan harga di atas atau di bawah level ini akan menentukan arah jangka pendek.
Indikator momentum menunjukkan cerita lain: RSI berada di sekitar 37 yang mencirikan momentum bearish, sedangkan ADX berada di sekitar 17 menandai tren yang relatif lemah namun ada kecenderungan penurunan. Keduanya mengindikasikan bahwa sinyal arah harga lebih cenderung melemah daripada kuat saat ini.
Secara umum, meski ada potensi rebound teknikal, fokus utama tetap pada level kunci untuk konfirmasi arah. Pasar menunggu data inflasi AS yang akan dirilis untuk memberi petunjuk lebih lanjut terhadap jalur kebijakan moneter. Karena tidak ada sinyal trading jelas dari analisis ini, disarankan untuk tidak membuka posisi baru tanpa adanya konfirmasi yang lebih konkret.