Pasar valuta asing terus memantau kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang berpotensi menahan suku bunga untuk periode panjang. Para pejabat dan analis menilai ketidakpastian regional, termasuk dampak konflik Timur Tengah, sebagai faktor utama yang mendorong jeda pada normalisasi kebijakan. Sentimen ini membentuk tilt yang membuat pasangan AUD/JPY berpotensi menguat bila yen tetap lemah terhadap aussie.
Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, menegaskan kemungkinan “hold” jangka panjang meskipun berjanji pada normalisasi tingkat bunga di masa depan. Sikap ini mempertegas ekspektasi pasar bahwa jalur kebijakan akan berangsur lebih lunak, setidaknya dalam beberapa pertemuan ke depan. Akibatnya, AUDJPY berupaya menembus zona resistance sekitar 110.90 pada sesi Eropa awal.
Selain itu, perdebatan fiskal dan dampak dari konflik regional mengangkat volatilitas di pasar. Menteri Keuangan Jepang juga menegaskan kesiapan mengambil langkah tepat guna mengatasi dampak konflik Iran. Sinyal kebijakan yang beragam membuat investor menilai peluang pembahasan kebijakan lebih lanjut di masa mendatang, termasuk laporan GDP Jepang Q4 yang akan dirilis minggu depan.
Data perdagangan Australia menunjukkan surplus yang menyempit menjadi 2.631 juta dolar pada Januari, turun dari ekspektasi sekitar 3,9 miliar. Penurunan ini menunjukkan bahwa dinamika perdagangan masih rapuh meskipun angka-angka produksi dan ekspor membentuk fondasi pertumbuhan. Pasar menilai peluang untuk perbaikan surplus di bulan-bulan berikutnya relatif bergantung pada permintaan global dan nilai tukar AUD.
Kenaikan AUD/JPY ke sekitar 110.90 dalam sesi Eropa menyorot ketertarikan membeli meskipun menghadapi tekanan dari hasil surplus yang lebih lemah. Ketidakpastian kebijakan BoJ mendukung sisi mata uang AUD, sementara yen tetap berada dalam tekanan karena ekspektasi kebijakan. Trader menunggu rilis GDP Jepang Q4 untuk menilai arah lebih lanjut dan potensi perubahan pada rencana kenaikan suku bunga BoJ.
Pasar menilai kemungkinan perluasan kenaikan suku bunga BoJ cukup rendah dalam bulan ini, dengan probabilitas sekitar 5% menurut sejumlah kalkulator pasar. Jika pertemuan April turut dipertimbangkan, peluang tersebut bisa meningkat menjadi sekitar 65%. Data eksternal dan peristiwa geopolitik akan tetap menjadi faktor penentu gerak AUDJPY dalam beberapa minggu mendatang.