
Menurut Jane Foley, Senior FX Strategist Rabobank, AUD adalah mata uang G10 dengan kinerja terbaik year-to-date. Ia menilai faktor utama adalah ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia akan melanjutkan pengetatan kebijakan, disertai data tenaga kerja Australia yang relatif kuat. Kombinasi faktor-faktor tersebut memberi dukungan bagi AUD dan menjaga momentum positifnya di pasar valuta asing.
Rabobank menegaskan pandangan tengah bahwa AUD/USD berpotensi naik menuju kisaran 0,72 terhadap dolar AS pada akhir tahun. Sementara itu, EUR/AUD diperkirakan akan turun lebih lanjut sejalan dengan perbedaan sikap kebijakan antara Eropa dan Australia. Fokus pada pernyataan RBA yang lebih hawkish membantu menjaga dukungan bagi pasangan AUD terhadap USD.
Selain itu, pergerakan tingkat imbal hasil obligasi global yang lebih tinggi selama beberapa minggu terakhir turut membantu menjaga ekspektasi inflasi tetap terjaga. Hal ini secara tidak langsung meringankan beban beban bagi bank-bank sentral dalam menahan tekanan harga lewat pengetatan moneternya. Namun Rabobank juga menekankan bahwa ada pertanyaan penting mengenai sejauh mana langkah-langkah tersebut cukup untuk meredam tekanan inflasi.
Setelah kenaikan suku bunga pada Februari, pasar pada awalnya mengira RBA akan menahan diri. Namun konflik di Timur Tengah dan dampak inflasinya telah memicu kekhawatiran bahwa ekspektasi inflasi bisa terangkat jika kebijakan tidak cukup agresif. Dalam konteks ini, RBA tetap di jalur hawkish meskipun ada beberapa risiko eksternal.
Secara umum, kenaikan imbal hasil obligasi di G10 dalam beberapa minggu terakhir membantu menahan ekspektasi inflasi. Kondisi ini turut memperketat likuiditas dan menjaga tekanan pada suku bunga secara global. Bagi RBA, meskipun demikian masih terdapat banyak pertanyaan tentang apakah langkah-langkah saat ini sudah cukup untuk menahan laju inflasi.
Data tenaga kerja Australia yang dirilis Maret menunjukkan kenaikan kerja sebesar 17,9 ribu, sedikit lebih rendah dari ekspektasi. Namun rincianya menunjukkan lonjakan pekerjaan penuh waktu sebesar 52,5 ribu, menandakan pasar kerja yang tetap kuat. Pasar tetap memperkirakan kenaikan suku bunga RBA sebesar 25 basis poin lagi dalam tiga bulan ke depan, dan pandangan umum adalah AUD/USD akan lebih tinggi menuju sekitar 0,72 pada akhir tahun.
Pandangan utama Rabobank adalah AUD/USD akan lebih tinggi menuju kisaran 0,72 terhadap dolar AS di akhir tahun. Ini menegaskan bias bullish yang konsisten untuk pasangan ini. Dalam tinjauan jangka menengah, strategi yang direkomendasikan adalah memanfaatkan momentum kenaikan sambil menyeimbangkan risiko.
Di sisi lain, nilai kebijakan yang lebih hawkish dari RBA menjadi pendorong utama bagi AUD meskipun dolar AS dapat terseret volatilitas akibat dinamika risiko geopolitik. Kondisi ini menekankan pentingnya volatilitas pasar dan menuntut manajemen risiko yang hati-hati bagi pelaku pasar. Analisis menyarankan agar investor fokus pada proporsi eksposur dan level stop yang jelas.
Rabobank mencantumkan syarat rencana trading dengan rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5 guna menyeimbangkan potensi keuntungan dari bias bullish pada AUD. Mereka menekankan bahwa arah kebijakan dan pergerakan pasar juga akan dipengaruhi oleh perkembangan data ekonomi AS dan kinerja global. Karena konteksnya adalah tetap di horizon jangka menengah, rekomendasi ini disesuaikan dengan profil risiko investor.