Menurut Derek Halpenny, Kepala Riset MUFG, AUD mendapat manfaat dari ekspektasi pengetatan kebijakan RBA lebih lanjut dan dorongan terms of trade yang lebih positif akibat harga energi yang lebih tinggi. Ia menekankan bahwa dukungan kebijakan tersebut telah membantu AUD bertahan kuat di tengah dinamika pasar. Sinyal kebijakan yang lebih tegas menambah daya tarik mata uang terhadap para pelaku pasar valuta asing.
Meski demikian, risiko bagi AUD tetap tinggi. Lonjakan harga minyak yang bisa memperburuk risiko resesi global berpotensi memicu koreksi pada AUD dan memaksa bank sentral menyesuaikan kalkulasi kebijakannya. Pasar menilai peluang kenaikan suku bunga RBA minggu depan cukup besar meski ketidakpastian global sedang meningkat.
Analisis komoditas menunjukkan minyak dan bahan bakar mineral menyumbang bagian signifikan dari ekspor Australia; sekitar 27 persen dari total ekspor diperkirakan berasal dari bahan bakar mineral dan minyak mentah pada 2025, menempati posisi kedua terbesar di bawah bijih logam. Ketergantungan ekspor energi ini membuat AUD sensitif terhadap pergerakan harga minyak dan volatilitas perdagangan komoditas. Jika harga minyak naik lebih lanjut, proyeksi pertumbuhan ekonomi global bisa tertekan, sehingga tekanan pada AUD bisa meningkat.
Pasar menginisiasi ekspektasi sekitar 65 persen bahwa RBA akan menaikkan suku bunga pada rapat mendatang. Sentimen ini selaras dengan dinamika inflasi yang masih di atas target dan komentar pejabat bank sentral. Meski ada sebagian kekhawatiran soal dinamika global, sentimen hawkish tetap mendominasi di kalangan analis.
Komposisi ekspor Australia menunjukkan volatilitas terkait minyak; mineral fuels, termasuk crude oil, menjadi porsi besar ekspor sekitar 27 persen pada tahun 2025. Kontribusi ini menjelaskan mengapa AUD bisa menguat saat pasar menilai adanya dampak positif dari kebijakan RBA. Namun, kerentanan terhadap lonjakan minyak tetap ada jika pertumbuhan global melambat.
Inflasi yang lebih tinggi dari target dan meningkatnya ketidakpastian global menjaga peluang kenaikan suku bunga tetap ada meski ada risiko volatilitas. Dalam konteks ini, profil risiko-risiko global membuat pasar menilai arah kebijakan RBA akan tetap hawkish. Investor disarankan memantau pergerakan harga minyak dan dinamika perdagangan global sebagai faktor pendorong AUD dalam beberapa minggu ke depan.