AUD Tertekan Risiko-off: Yield AS Naik dan RBA Diperkirakan Diam

AUD Tertekan Risiko-off: Yield AS Naik dan RBA Diperkirakan Diam

Signal AUD/USDSELL
Open0.689
TP0.675
SL0.695
trading sekarang

Di tengah sentimen pasar yang beralih ke risiko-off, dolar Australia melemah terhadap sebagian besar mata uang utama. Data JOLTS AS untuk Mei yang lebih kuat mendorong imbal hasil obligasi AS lebih tinggi, sehingga menarik aliran modal keluar dari AUD. Para pelaku pasar menilai bahwa RBA tidak akan banyak menambah kenaikan suku bunga tahun ini, yang semakin menekan AUD.

Pergerakan yield 10-tahun AS mendekati 4.47% setelah lonjakan sekitar 2% kemarin, menambah tekanan pada pasangan AUDUSD. Kondisi ini mencerminkan dominannya sikap berhati-hati di pasar keuangan global. Beberapa analis menilai AUD masih rentan dalam jangka pendek jika risiko-sentimen tetap membaik secara global.

Riset pasar menunjukkan AUD berada di bawah tekanan jual yang intens di sesi Eropa, dengan harga mendekati 0.6890 USD. Indikator tersebut sejalan dengan penurunan risiko yang terjadi di pasar. Cetro Trading Insight menilai dinamika ini dapat berlanjut jika yield AS tetap menguat dan data ekonomi AS tetap kuat.

Sinyal risiko-off terlihat dari pergerakan futures S&P 500 yang turun sekitar 0.4% mendekati 7.470, sementara DXY sekitar 101.33. Pergerakan ini menegaskan arus pelaku pasar yang lebih memilih aset aman pada saat ini. Imbasnya, AUD rentan terhadap pelemahan lebih lanjut terhadap mata uang utama lainnya.

Data JOLTS May menunjukkan 7.594 juta lowongan pekerjaan baru, melebihi ekspektasi dan pembacaan sebelumnya, meneguhkan permintaan tenaga kerja yang masih kuat di Amerika. Kenaikan ini juga menambah risiko inflasi dan menambah tekanan pada imbal hasil obligasi. Fenomena ini memberi dukungan bagi dolar AS dan menekan likuiditas untuk aset berisiko termasuk AUD.

Di sisi domestik, harapan untuk lagi ada kenaikan suku bunga RBA perlahan menguap. Laporan Reuters menyebut peluang kenaikan 4.35% cash rate pada pertemuan berikutnya sekitar 15%, dan kemungkinan 50% bahwa siklus kenaikan sudah selesai. Pasar juga melihat bahwa prospek hawkish RBA telah mereda karena harga minyak yang kembali dekat level pra-konflik Timur Tengah.

PMI manufaktur China 51.7 untuk Juni, sedikit turun dari 51.8 di Mei, menjadi faktor penting bagi Australia karena ekonomi Australia sangat tergantung pada ekspor ke China. Data manufaktur China menambah tekanan pada AUD jika kinerja sektor manufaktur China melemah lebih lanjut. Perdagangan antara Australia dan China tetap berisiko karena dinamika geopolitik dan siklus permintaan global.

Pasar global juga memperhitungkan bahwa data China mempengaruhi prospek Aussie. Karena China adalah mitra dagang utama, setiap perubahan aktivitas pabrik China berpotensi memperkuat atau melemahkan AUD seiring menilai permintaan ekspor Australia. Dalam konteks ini, investor menunggu petunjuk terbaru dari kebijakan moneter global dan pergerakan harga komoditas untuk menilai arah AUD.

Dengan dinamika tersebut, trader disarankan untuk memantau pergerakan imbal hasil dan data pekerjaan AS serta perubahan kebijakan RBA. Analisis teknikal dan fundamental menunjukkan sinyal jual pada AUDUSD jika harga bergerak ke atas melewati level resistance. Cetro Trading Insight mengingatkan bahwa risiko-imbalan harus dipertimbangkan dengan rencana manajemen risiko yang matang.

banner footer