Ketegangan di wilayah Timur Tengah terus mempengaruhi pasar global, membuat dolar AS tetap didorong sebagai aset safe-haven. Perkembangan tersebut menambah tekanan pada harga spot AUDUSD meskipun ada volatilitas di pasar. Sentimen ini turut membatasi ruang bagi AUD untuk menguat cepat.
Deputi Gubernur RBA Andrew Hauser membunyikan nada hawkish dengan sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga kedua lebih cepat, sehingga trader menyesuaikan ekspektasi mereka. Ketika kebijakan yang lebih tegas diperkirakan, AUD mendapat dukungan teknis meski faktor geopolitik membatasi rally. Ketidakpastian global tetap menjadi lingkungan risiko utama bagi pasangan AUDUSD.
Dari segi teknis, AUDUSD sempat berada di bawah 200-period EMA pada kerangka waktu 4 jam, menunjukkan adanya tekanan jual jangka pendek. Namun, percobaan breakout di atas level 0.7130 telah dilihat sebagai trigger bullish baru bagi para trader. Kondisi ini menempatkan fokus pada bagaimana harga bertahan di atas level tersebut untuk menambah momentum.
Level kunci yang perlu diamati meliputi support sekitar 0.7120 dan 0.7080 serta resistance sekitar 0.7150, 0.7175, dan 0.7220. Break di atas 0.7130 bisa membuka peluang menuju target 0.7220, sedangkan penembusan di bawah 0.7040 berpotensi menekan AUD menuju 0.7000.
Rencana trading menitikberatkan pada momentum breakout di atas level 0.7130. Jika harga bisa menutup sesi di atas level tersebut, peluang menuju 0.7220 semakin kuat. Konfirmasi juga terlihat dari dinamika RSI dan MACD yang menunjukan momentum positif meski ada tanda-tanda pelemahan.
Stop loss ditempatkan di sekitar 0.7080 untuk membatasi risiko. Ukuran posisi sebaiknya disesuaikan dengan toleransi risiko masing-masing trader. Waspadai pergerakan di area 0.7040 jika terdapat penurunan yang lebih dalam.
Sinyal trading yang dianalisis adalah buy dengan target profit sekitar 0.7220 dan stop loss di 0.7080. Rasio risiko-untung diperkirakan sekitar 1 terhadap 1.8, memenuhi syarat minimal 1 terhadap 1.5. Perkembangan geopolitik dan kebijakan RBA akan menentukan kelanjutan tren ke depan.