Perkembangan terbaru mendatangkan dukungan bagi AUD terhadap USD karena pasar menilai kemungkinan kenaikan suku bunga RBA minggu depan. Probabilitas kenaikan 25 basis poin berada sekitar 75 persen menurut laporan Reuters, yang akan membawa tingkat kebijakan menjadi 4.1 persen. Pada perdagangan hari ini, AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0.7150, menguat sekitar 0.42 persen dan melanjutkan tren bullish untuk hari keempat berturut-turut.
Pasar menimbang komentar pejabat RBA dalam konteks prospek kebijakan global. Namun, tekanan hawkish dari RBA tetap menjadi faktor utama yang mengangkat risiko bagi investor. Deputy Governor RBA Andrew Hauser menekankan bahwa volatilitas harga minyak dan gejolak di Timur Tengah adalah tantangan signifikan bagi kebijakan moneter.
Sementara itu, data inflasi AS tidak banyak mengubah ekspektasi kebijakan. Bureau of Labor Statistics melaporkan CPI YoY Februari tetap 2.4 persen, sesuai dengan estimasi pasar, sedangkan inflasi bulanan naik 0.3 persen dari Januari. Inflasi inti, yang menghapus harga makanan dan energi yang volatil, naik 0.2 persen secara bulanan dan 2.5 persen secara tahunan, sejalan dengan prakiraan.
Di sisi AS, laju inflasi menunjukkan dinamika yang relatif terkendali namun tetap berada di atas target bank sentral. CPI YoY Februari berada di 2.4 persen, sedangkan laju bulanan mencapai 0.3 persen. Faktor-faktor tersebut menjaga kebijakan moneter AS tetap tegas untuk menghadapi tekanan harga.
Inti inflasi naik 0.2 persen secara bulanan dan 2.5 persen secara tahunan, sejalan dengan konsensus. Angka-angka ini menandakan bahwa inflasi tetap membandel meski cenderung melambat dari puncaknya. Investor menantikan sinyal lebih jelas dari bank sentral sebelum mengambil langkah besar.
Dengan prospek itu, pasar memperkirakan Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan berikutnya sambil menilai tanda pelambatan inflasi. Ketidakpastian global juga menjaga volatilitas yang bisa mempengaruhi jalur kebijakan di bulan-bulan mendatang. Kondisi ini menjaga kehati-hatian bagi investor yang memperhatikan risiko di aset berisiko.
Analisis menyeluruh menunjukkan AUDUSD berpotensi menghadapi tekanan pembeli berkelanjutan. Harga telah berada di sekitar 0.7150, dan momentum positif terlihat konsisten dalam beberapa sesi terakhir. Jika tren ini berlanjut, target teknis terdekat berada di sekitar 0.7250.
Faktor sentimen pasar terkait kebijakan RBA menambah dukungan untuk pasangan ini. Ketidakpastian harga minyak serta konflik geopolitik menambah volatilitas yang bisa mendorong AUD lebih tinggi terhadap USD. Investor perlu memantau pergerakan di sekitar level support dan resistance untuk konfirmasi arah selanjutnya.
Rencana trading yang disarankan adalah masuk long pada level pembukaan sekitar 0.7150. Stop loss ditempatkan di sekitar 0.7100 untuk menjaga risiko tetap terbatas. Target profit berada di 0.7250, menghasilkan rasio risiko-imbalan sekitar 1:2.