Reaksi pasar terhadap langkah kebijakan RBA terlihat jelas di pasar valuta asing, dengan AUD/USD melonjak hampir 1% dan diperdagangkan sedikit di atas 0,7070 pada sesi Eropa. Bank sentral Australia menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,85%, dan membuka peluang untuk pengetatan lebih lanjut di masa mendatang. Gubernur RBA Michele Bullock menekankan bahwa tekanan inflasi terlalu kuat untuk dibiarkan menguat tanpa kendali, sehingga jalur kebijakan masih bisa lebih tegas jika diperlukan.
Pertumbuhan inflasi menjadi faktor utama yang membentuk ekspektasi kebijakan. Laju Indeks Harga Konsumen (IHK) Australia untuk kuartal terakhir 2025 tumbuh 3,6% secara tahunan, lebih tinggi dari pembacaan sebelumnya 3,2%. Pada Desember, IHK melonjak menjadi 3,8% YoY, menunjukkan adanya risiko inflasi yang perlu diawasi ketat. Pasar menilai langkah RBA ini sebagai sinyal bahwa pijakan kebijakan tetap berada pada jalur pengetatan yang bertahap namun berlanjut.
Sisi dolar AS juga berada dalam konteks yang relatif tenang karena penutupan sebagian pemerintah federal AS. Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan sekitar 97,60, mendekati level tertinggi mingguan 97,73 yang dicapai sebelumnya. Sinyal pelonggaran vs pengetatan tetap dipengaruhi oleh pergerakan data AS, termasuk bahwa ISM Manufacturing menunjukkan dinamika yang lebih positif sehingga investor menakar arah dolar secara hati-hati.
Selain itu, data PMI Manufaktur ISM Januari menjadi pendorong utama sentimen pasar. Angka 52,6 menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur, jauh di atas garis 50 yang menandakan ekspansi. Angka Desember 47,9 menjadi pembeda penting karena pergerakan bulan Januari ini menambah tekanan pada pergerakan dolar terhadap pasangan mata uang utama.
Dolar AS tetap berada dalam fokus karena dinamika data dan ekspektasi terhadap kebijakan moneter. DXY sekitar 97,60 dan mendekati tertinggi mingguan di 97,73, mencerminkan campuran sentimen risiko dan ekspektasi terhadap aliran data ekonomi. Investor menunggu data penting berikutnya, termasuk laporan ADP perubahan pekerjaan dan PMI Jasa ISM untuk Januari, yang bisa mengubah arah jangka pendek pasangan AUDUSD.
Ke depan, fokus investor akan tertuju pada rilis ADP Change in Employment dan PMI Jasa ISM untuk Januari, yang dijadwalkan pada hari Rabu. Data ini akan menambah konteks terhadap pandangan bahwa ekonomi AS tetap kuat meski beberapa faktor global bergejolak. Pasar menilai bahwa pergerakan AUDUSD tetap sensitif terhadap arah kebijakan moneter kedua negara serta kejutan data ekonomi utama.
Implikasi utama bagi trader adalah kebijakan hawkish RBA memberikan dukungan bagi AUD, meski pergerakan saat ini juga dipengaruhi oleh dinamika dolar AS dan data ekonomi AS. AUD berhasil mempertahankan kekuatan di sekitar level 0,7000+ dan prospek untuk narasi pengetatan lebih lanjut masih hidup. Pelaku pasar menilai bahwa AUDUSD bisa tetap berada di wilayah positif jika data AS tidak menambah tekanan pada dolar.
Strategi perdagangan yang konsisten dengan analisis ini adalah membuka posisi long AUDUSD di sekitar level open 0,7070 dengan target sekitar 0,7130 dan stop di 0,7040. Rasio risiko-imbalan diperkirakan sekitar 2:1, memenuhi syarat minimal 1:1,5. Namun, investor perlu mempertimbangkan risiko geopolitik dan volatilitas data ekonomi yang bisa berubah dengan cepat.
Kesimpulannya, kombinasi kebijakan moneter hawkish dari RBA dan data ISM manufaktur AS yang positif memberi sinyal bullish bagi AUD dalam jangka pendek. Namun, volatilitas tetap tinggi menjelang rilis data utama AS, sehingga manajemen risiko yang solid menjadi kunci. Cetro Trading Insight akan terus memantau perkembangan dan memberikan pembaruan analisis secara berkala untuk membantu pembaca membuat keputusan investasi yang informatif.