Indikator tenaga kerja AS menunjukkan kekuatan berkelanjutan. Klaim tunjangan pengangguran awal turun menjadi 198.000 minggu lalu, dibandingkan dengan 207.000 sebelumnya. Klaim lanjutan juga turun menjadi 1,884 juta, menegaskan bahwa pasar tenaga kerja tetap rapat.
Di sisi lain, investor menilai data Amerika sambil menunggu petunjuk dari Australia. AUD/USD terlihat mendekati 0,6680 tanpa arah jelas, menandai momentum yang terbatas meski data ekonomi secara umum tampak kuat. Pasar juga menimbang sinyal dari bank sentral yang berbeda kebijakannya.
Beberapa pejabat Federal Reserve tetap berhati-hati meskipun ekonomi AS terlihat kuat. Kepala Fed Atlanta, Raphael Bostic, menyatakan bahwa tekanan inflasi bisa berlanjut sepanjang tahun ini dan kebijakan moneter perlu dijaga tetap ketat. Pernyataan ini, ditambah data ekonomi yang solid, mendukung dolar AS dan membatasi potensi kenaikan AUD/USD.
Data pekerjaan AS memperkuat gambaran pasar tenaga kerja yang tahan banting. Klaim tunjangan pengangguran awal turun menjadi 198.000, dan klaim lanjutan turun menjadi 1,884 juta, menunjukkan keseimbangan tenaga kerja yang rapat. Hal ini meningkatkan tekanan inflasi dan mendukung sikap kebijakan moneter yang ketat.
Penjualan ritel rebound dan indeks harga produksi tetap tinggi, menunjukkan bahwa tekanan harga masih ada. Indikator ini menambah dorongan bagi dolar AS dan menahan langkah AUDUSD lebih lanjut. Pasar menilai arah kebijakan bank sentral dan dampaknya terhadap pasangan mata uang ini.
Beberapa pejabat Fed menekankan kehati-hatian dalam mengelola kebijakan moneter. Analisis ini menegaskan bahwa likuiditas akan tetap menjadi fokus dalam beberapa kuartal mendatang. Dengan dinamika tersebut, dolar cenderung mendapat dukungan, memperkecil peluang AUD untuk melaju.
Di Australia, ekspektasi inflasi konsumen Januari sedikit menurun menjadi 4,6% dari 4,7% sebelumnya. Angka ini menandai penurunan tekanan harga rumah tangga meski tingkat inflasi masih tinggi. Investor tetap menilai arah inflasi domestik yang mempengaruhi kebijakan RBA.
Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga acuannya di 3,6%, mengakui bahwa inflasi telah mereda sejak puncaknya pada 2022 meskipun tetap di atas kisaran target 2–3%. Kebijakan moneter tetap ketat menambah beban bagi AUD untuk menguat secara signifikan. Perubahan kecil di ekspektasi inflasi domestik mendukung pandangan hati-hati pasar.
Karena data masih bercampur, AUD/USD bergerak dalam kisaran sempit. Investor menanti sinyal lebih lanjut dari dua arah kebijakan moneter dan data ekonomi berikutnya. Dalam konteks ini, trading AUDUSD disarankan dengan sikap hati-hati dan fokus pada materi data berikutnya.