
Menurut Cetro Trading Insight, kondisi risiko global saat ini dipengaruhi oleh dinamika regional dan prospek penyelesaian diplomatik. Berita mengenai rencana gencatan senjata antara Israel dan Lebanon meningkatkan mood risiko secara umum dan memberi pelonggaran bagi aset berisiko seperti AUD. Di samping itu, optimisme akan peluang perbaikan hubungan AS-Iran menambah kejernihan pada aliran modal global.
Reserve Bank of Australia (RBA) tetap menjaga sikap hawkish dan menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas inflasi jangka menengah. Dengan pernyataan tersebut, pasar menilai kemungkinan pengetatan lebih lanjut masih terbuka hingga 2026, yang menambah dukungan bagi AUD meski ada pembatasan dari potensi kenaikan USD.
Pasar menghitung probabilitas kenaikan suku bunga RBA di Mei sekitar 65 persen, sebuah faktor penting yang bisa menjaga AUD tetap positif terhadap USD dalam beberapa minggu ke depan. Namun, pergerakan AUD/USD masih dipengaruhi dinamika geopolitik serta risiko terkait jalur Hormuz yang bisa membatasi optimisme.
Kebijakan moneter Australia menjadi pendorong utama bagi arah AUD. RBA tetap fokus pada menjaga ekspektasi inflasi jangka menengah agar tetap terkendali dan menandakan kesiapan melanjutkan pengetatan jika diperlukan.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menambah volatilitas pasar. Meskipun ada peluang berlanjutnya dialog AS-Iran, risiko gangguan pasokan minyak dan jalur perdagangan memberi tekanan terhadap optimisme pasar dan membatasi lonjakan mata uang berisiko.
Pasar juga mengamati arah dolar AS. Ketidakpastian kebijakan Federal Reserve membuat USD tidak bergejolak kuat dalam jangka pendek, sehingga AUD bisa mempertahankan momentumnya jika data AS tidak menambah tekanan pada kebijakan Federal Reserve.
AUD/USD saat ini berada di kisaran mid-0.710an hingga mendekati 0.7200, menandai fase konsolidasi setelah rally tiga pekan terakhir. Jika harga menemukan dukungan fundamental yang konsisten, peluang untuk melanjutkan tekanan naik tetap ada.
Faktor utama arah pasangan masih bergantung pada progres kebijakan bank sentral berikutnya dan kemajuan negosiasi regional. Bila data ekonomi AS tidak menambah tekanan pada Fed, AUD bisa mempertahankan momentum; sebaliknya USD yang lebih kuat bisa membatasi kenaikannya.
Para trader disarankan menunggu konfirmasi aksi beli lanjutan untuk menghindari lonjakan tanpa dukungan. Dengan peluang imbalan risiko sekitar 1:1,5, investor bisa menimbang pembukaan posisi jika sinyal teknis dan fundamental sejalan.