
Data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS untuk Mei menunjukkan laju kenaikan sebesar 4.1% secara tahunan, lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Core PCE, yang mengecualikan makanan dan energi, naik menjadi 3.4% YoY, menambah beban pada ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Analisis di Cetro Trading Insight menekankan bahwa rilis ini memperkuat kemungkinan volatilitas lebih lanjut pada pasangan AUD/USD.
Pada saat bersamaan, angka PCE bulanan naik 0.4% dan PCE inti naik 0.3%, menandakan tekanan inflasi yang masih relatif kuat meski beberapa komponen menunjukkan kestabilan. Secara terpisah, Australia melaporkan pemulihan pasar tenaga kerja pada Mei, dengan perubahan pekerjaan sebesar 40.3 ribu, melampaui ekspektasi. Unemployment rate tetap di 4.4%, memberikan berita campuran bagi AUD.
Selain faktor domestic, ketegangan geopolitik di sekitar Selat Hormuz turut menekan aset berisiko. Iran memperingatkan bahwa jalur pelayaran aman hanya boleh melalui rute yang ditentukan Teheran, dan kapal yang melanggar bisa menghadapi tindakan. Kondisi ini menambah volatilitas di pasar mata uang dan membebani potensi penguatan AUD lebih lanjut.
AUD/USD terpantau datar di sekitar 0.6900. Aussie gagal menguat meskipun dolar AS melandai karena investor mencerna data inflasi terbaru dan risiko geopolitik. Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang tegang dan fokus pada faktor fundamental maupun teknis yang membentuk arah pasangan mata uang tersebut.
Secara teknikal, AUD/USD berada di bawah 20-period SMA di sekitar 0.6929 dan 100-period SMA di sekitar 0.7031 pada kerangka 4 jam, menunjukkan bias bearish jangka pendek. Harga saat ini berada di bawah kedua moving averages, menandakan tekanan jual lebih dominan. Pola ini mengindikasikan bahwa reli cenderung diserap pada sisi penjualan.
RSI berada di sekitar 31 mendekati zona oversold, menunjukkan momentum penurunan masih ada meski intensitasnya sedang melemah. Level resistensi terdekat berada di sekitar 0.6929, dengan hambatan lebih kuat di 0.7031. Jika tidak ada dukungan indikator jelas di bawah level saat ini, trader bisa memantau level harga sebelumnya sebagai dasar lantai interim; secara struktural, pola lebih condong untuk menjual saat terjadi rebounds.
Dari sudut pandang trading, peluang jual muncul ketika harga berfungsi sebagai bearish continuation dan berada di bawah zona resistensi utama yang terukur secara teknikal. Analisis ini sejalan dengan narasi bahwa struktur pasar lebih mendukung penjualan pada rebound pendek di AUDUSD. Rujukan teknikal di pasar menunjukkan peluang untuk menyusul penurunan menuju area support berikutnya jika tekanan turun berlanjut.
Rencana perdagangan yang diusulkan adalah membuka posisi jual di 0.6903 dengan stop loss di 0.6929 untuk membatasi risiko. Target profit berada di sekitar 0.6886 sebagai tujuan pelaksanaan berdasarkan pola teknikal dan struktur pasar. Rasio risiko-imbalan diperkirakan sekitar 1:1.53, memenuhi standar minimal 1:1.5. Perlu diingat bahwa faktor fundamental seperti data PCE AS dan risiko geopolitik Hormuz bisa mengubah arah pasar secara cepat, sehingga manajemen risiko tetap menjadi prioritas dalam eksekusi posisi jual ini.