AUDUSD berada di sekitar 0.6920, mendekati level terendah bulan ini. Dolar AS tetap didukung oleh aliran permintaan safe-haven dan kenaikan imbal hasil US Treasuries. Kombinasi ini menambah tekanan pada AUD dan membatasi rebound pasangan.
Sentimen pasar cenderung rapuh meski ada pernyataan menenangkan dari beberapa pemimpin AS terkait negosiasi. Ketegangan geopolitik terutama di Timur Tengah menambah kekhawatiran investor. Akibatnya, pelaku pasar lebih memilih aset dolar sebagai perlindungan nilai.
Di sisi lain, situasi energi dunia menambah tekanan inflasi global. Penutupan sebagian rute utama pengiriman minyak meningkatkan harga komoditas minyak dan menguatkan ekspektasi bahwa bank sentral akan menjaga kebijakan hawkish. Dalam konteks ini, AUD tetap berada di bawah tekanan meskipun ada upaya lokal untuk menahan laju penurunan.
Komentar dari Reserve Bank of Australia (RBA) Assistant Governor Christopher Kent tidak cukup mengubah arah AUD. Ia menyoroti risiko inflasi terkait kenaikan harga energi dan menekankan perlunya menjaga kondisi moneter yang restriktif. Pasar menilai bahwa katalis domestik belum cukup kuat untuk membalik tren penurunan.
Menurut ekonom Commerzbank, Australia menghadapi dilema stagflasi dengan pertumbuhan yang melambat dan tekanan inflasi yang didorong oleh energi. Kepercayaan konsumen telah turun tajam, sementara Services PMI berada di wilayah kontraksi. Kondisi ini menambah bias bagi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Rabobank memiliki pandangan lebih konstruktif dalam jangka menengah. Bank tersebut berpendapat bahwa posisi Australia sebagai eksportir energi dapat menjaga Terms of Trade dan mendukung AUD dalam beberapa bulan ke depan. Mereka memperkirakan AUD bisa mendekati 0.71 dalam tiga hingga enam bulan, dan 0.72 dalam setahun, jika faktor global tetap mendukung.
Secara teknikal, bias bearish cenderung bertahan karena dolar AS masih kuat dan imbal hasil yang lebih tinggi. Pergerakan AUDUSD cenderung melemah dalam beberapa sesi terakhir meski ada upaya teknikal untuk rebound. Dalam kerangka risiko global, bias utama tetap bearish.
Analisis jangka menengah menunjukkan target berada pada kisaran 0.71–0.72 jika tekanan pada dolar mereda. Namun resistensi teknikal dan dinamika arus ada di sekitar level tersebut. Investor disarankan memperhatikan sinyal konfirmasi sebelum mengambil posisi.
Dari sisi rasio risiko-imbalan, rencana trading dengan open 0.6920, stop loss 0.7000 dan take profit 0.6800 memenuhi minimal 1:1.5. Sinyal jual ini sejalan dengan outlook fundamental dan teknikal yang menekankan tekanan pada AUD. Tetap waspada pada volatilitas pasar dan sesuaikan ukuran posisi dengan toleransi risiko.