AUD/USD turun setelah reli lebih dari 1,25% sebelumnya, didorong ekspektasi kenaikan suku bunga RBA 25 bps

AUD/USD turun setelah reli lebih dari 1,25% sebelumnya, didorong ekspektasi kenaikan suku bunga RBA 25 bps

Signal AUD/USDBUY
Open0.706
TP0.720
SL0.700
trading sekarang

Dalam laporan terperinci, Cetro Trading Insight menyoroti pergerakan AUD/USD yang turun setelah reli lebih dari 1,25 persen pada sesi sebelumnya. Pasar menantikan tindakan kebijakan RBA yang diperkirakan akan menambah tekanan pada imbal hasil serta kurs. Saat ini pasangan diperdagangkan mendekati level 0.7060 pada sesi Asia Selasa, mengindikasikan respons terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga.

RBA diperkirakan menaik Official Cash Rate menjadi 4.10 persen dari 3.85 persen, dengan kemungkinan menjadi bank sentral G10 pertama yang melanjutkan pelebaran kebijakan. Para analis menilai pernyataan dari Gubernur Bullock saat konferensi pers menjadi kunci untuk memahami jalur kebijakan ke depan. Para pelaku pasar juga mencermati bagaimana inflasi dan harga minyak mempengaruhi keputusan di masa mendatang.

Hasil polling Reuters menunjukkan para ekonom memperkirakan kenaikan OCR ke 4.10 persen pada Maret, dengan potensi kenaikan lanjutan ke 4.35 persen pada akhir tahun. Perubahan kebijakan yang lebih agresif dapat meningkatkan imbal hasil obligasi Australia dan memberi dukungan bagi AUD. Pembelajaran dari dinamika kebijakan di negara lain menambah fokus pada peluang kebijakan maraton di tahun ini.

Dolar AS tampak melemah di tengah meredanya ketegangan di Selat Hormuz, sehingga permintaan terhadap mata uang safe-haven berkurang. Penurunan tersebut bersifat terbatas karena pasar tetap menimbang kemungkinan pelonggaran kebijakan Federal Reserve di masa mendatang. Pasar tetap waspada terhadap pernyataan data ekonomi AS dan jawaban kebijakan dari bank sentral.

Meski demikian, ekspektasi pelonggaran kebijakan tidak sepenuhnya hilang karena dinamika inflasi yang dipengaruhi harga minyak. Konflik Iran telah menambah risiko terhadap biaya hidup dan inflasi, sehingga pemangkasan suku bunga Fed bisa tertunda. Beberapa pelaku pasar juga menyoroti potensi kejutan kebijakan yang bisa memicu volatilitas lebih lanjut di pasar valuta asing.

Pergerakan harga minyak yang lebih tinggi menambah risiko tekanan inflasi, mendorong bank sentral untuk berhati-hati terhadap kebijakan jangka pendek. Ketidakpastian geopolitik membuat AUDUSD serta pasangan mata uang lainnya rentan terhadap sentimen risiko global. Karena itu, pergerakan pasangan ini cenderung sensitif terhadap data ekonomi dan pernyataan kebijakan yang dirilis dalam beberapa minggu ke depan.

Berdasarkan kombinasi faktor fundamental dan dinamika harga, sinyal trading untuk AUDUSD menunjukkan peluang membeli dalam kerangka jangka pendek hingga menengah. Dukungan datang dari ekspektasi RBA yang cenderung hawkish dan ketahanan AUD terhadap tekanan inflasi global.

Rincian sinyalnya adalah open sekitar 0.7060, dengan target profit sekitar 0.7200 dan stop loss di 0.7000. Sinyal ini mengasumsikan bahwa data kebijakan RBA serta harga minyak tetap mendukung AUD, sementara dolar AS tidak menunjukkan aksi pemulihan kuat dalam waktu dekat. Risiko tetap ada jika pernyataan kebijakan menjadi lebih dovish atau volatilitas minyak naik lagi.

Pastikan manajemen risiko ditegakkan dan ukuran posisi tidak melebihi batas risiko yang ditetapkan. Rasio risiko-imbalan untuk sinyal ini diperkirakan sekitar 1:1.5 atau lebih, sesuai pedoman. Pergerakan pasar bisa berubah seiring pembaruan berita ekonomi dan pernyataan pejabat bank sentral yang dirilis dalam beberapa minggu ke depan.

broker terbaik indonesia