AUDUSD menunjukkan potensi penguatan menjelang dirilisnya RatingDog Services PMI China, indikator aktivitas manufaktur yang dapat mempengaruhi arus perdagangan global. Laporan tersebut menjadi fokus utama pasar karena dua mitra dagang utama Australia dan China saling bergantung pada dinamika ekonomi masing-masing. Laporan ini diterbitkan oleh Cetro Trading Insight untuk memberi gambaran menyeluruh tentang peluang di pasar forex.
Pasar memperkirakan adanya probabilitas sekitar 55% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4.35% pada rapat RBA berikutnya, sesuai harga futures ASX 30 Day Interbank May 2026. Perkiraan ini mencerminkan ekspektasi kenaikan biaya pinjaman seiring tekanan inflasi dan risiko stagflasi yang meningkat. Ketakutan terhadap inflasi membuat skema kebijakan moneter Australia tetap berada pada jalur hawkish.
Seiring ekspektasi kebijakan, beberapa analis menilai bahwa lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah berpotensi memperparah tekanan inflasi dan menurunkan proyeksi pertumbuhan. Kondisi ini bisa mendorong RBA untuk melanjutkan sikap kebijakan yang lebih tegas guna menjaga daya saing mata uang. Dalam konteks ini AUD tampaknya tetap menarik meski ada ketidakpastian global yang tinggi.
USD menunjukkan bias turun terhadap sebagian besar mata uang utama meskipun beberapa elemen menandakan adanya permintaan aset safe-haven karena ketegangan geopolitik. Faktor relatif lemah dolar membuat AUD menemukan peluang untuk menguat lebih lanjut jika dinamika eksternal tetap mendukung. Analisis ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight.
Selain PMI China yang akan dirilis, fokus pasar juga tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk bulan Maret, yang bakal mengisi arah tenaga kerja dan tekanan inflasi. Data NFP berpotensi memicu pergeseran kebijakan fiskal dan moneter, meskipun pasar tetap menimbang sinyal dari RBA. Pergerakan AUDUSD tetap sensitif terhadap perubahan ekspektasi kebijakan di kedua negara.
Libur Good Friday diperkirakan membatasi aktivitas trading, sehingga volatilitas pasangan mata uang bisa menurun pada beberapa sesi. Kondisi ini menambah kebutuhan bagi pelaku pasar untuk mengelola risiko dengan hati-hati. Pengumuman PMI China dan data NFP akan menjadi kunci konfirmasi arah di sisa minggu perdagangan tahun ini.
Dari sisi fundamental, tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi serta dorongan hawkish dari RBA menjadi faktor utama yang mendukung AUD dalam jangka pendek. Investor perlu memantau arah kebijakan moneter Australia serta dinamika harga energi untuk memahami potensi pergerakan lebih lanjut. Analisis ini mengutamakan keselarasan antara faktor fundamenta dan peluang pasar.
Secara teknikal, AUDUSD terlihat berada di sekitar 0.6910 dengan potensi menuju target 0.7040 jika momentum tetap positif. Stop loss pada 0.6860 dirancang untuk melindungi modal jika pasar bergerak berbalik. Rekomendasi ini berpegang pada prinsip risk-reward minimal 1:1.5, sehingga potensi keuntungan lebih besar dari risiko.
Aturan manajemen risiko menekankan bahwa posisi beli perlu disertai konfirmasi progresif, dengan memonitor rilis PMI China dan NFP untuk memastikan kelanjutan tren. Dengan demikian, rekomendasi perdagangan adalah posisi buy pada AUDUSD dengan target lebih tinggi daripada stop loss, sesuai dinamika pasaran saat ini.