AUDUSD Rebound Dua Hari: Iran Ceasefire dan Ekspektasi RBA Dorong Kenaikan AUD

AUDUSD Rebound Dua Hari: Iran Ceasefire dan Ekspektasi RBA Dorong Kenaikan AUD

Signal AUD/USDBUY
Open0.702
TP0.708
SL0.700
trading sekarang

AUD/USD menguat untuk hari kedua berturut-turut dan menyentuh level tertinggi satu bulan di atas 0.7020. Para pelaku pasar tampak fokus pada potensi gencatan senjata di Iran, yang menopang suasana risiko yang lebih positif. Selain itu, ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) bisa menaikkan suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun turut memberi dorongan pada aussie.

Gerak ini juga didorong oleh sentimen risk-on yang meningkat ketika investor menimbang risiko geopolitik secara lebih hati-hati. Laporan hari ini menunjukkan adanya upaya perundingan damai yang dipantau rapat oleh pasar, meskipun ada penilaian bahwa militer AS tetap siap jika diplomasi gagal. Kondisi tersebut membatasi penguatan dolar AS dan membuat AUD lebih menarik bagi spekulan pasar.

Meskipun kalender ekonomi kedua negara relatif ringan minggu ini, harapan bahwa RBA akan menaikkan suku bunga sebelum tutup tahun masih menambah dukungan teknikal pada pasangan ini. Penguatan harga minyak belakangan ini juga memperbesar peluang ruang bagi bank sentral Australia untuk mempertahankan jalur pengetatan kebijakan. Sementara itu, para trader memperhatikan level teknis di sekitar 0.7020 sebagai acuan awal untuk potensi letupan lebih lanjut.

Dolar AS berada di bawah tekanan seiring optimisme terhadap gencatan senjata Iran. Progres diplomatik mengurangi permintaan terhadap mata uang safe-haven dan memberi ruang bagi mata uang risiko untuk menguat, termasuk AUD. Kondisi ini membuat indeks dolar merosot terhadap beberapa mitra utama dan menambah volatilitas pasar saat investor menimbang arah kebijakan ke depan.

Laporan Axios yang dirilis hari ini menyatakan bahwa administrasi AS sedang meninjau proposal perdamaian dan mendorong Israel untuk menghindari tindakan yang bisa menggagalkan negosiasi. Menurut Cetro Trading Insight, meskipun demikian, militer AS tetap siap bertindak jika diplomasi gagal. Pasar menimbang risiko geopolitik sambil menanti konfirmasi kebijakan lebih lanjut dari para pembuat kebijakan.

Di sisi kebijakan moneter, data inflasi AS yang lebih lemah dari ekspektasi memperkecil peluang kenaikan suku bunga pada Juli dan membagi pandangan untuk pertemuan September. Hal ini membatasi kekuatan bullish dolar namun tetap menjaga volatilitas pasar karena investor menunggu data inflasi berikutnya. Dengan kalender ekonomi yang tipis, fokus investor cenderung beralih ke berita global dan pernyataan pejabat kebijakan.

Harapan bahwa RBA akan menaikkan suku bunga lagi sebelum akhir tahun memberi dukungan berkelanjutan bagi AUD. Meski keputusan Juni dan ekspektasi August cenderung menahan kebijakan untuk saat ini, lonjakan harga minyak terbaru memperkuat argumen pengetatan lebih lanjut. Kondisi ini membuat AUD terlihat sebagai opsi carry yang menarik bagi banyak investor.

Sisi AS mengisyaratkan prospek kebijakan Federal Reserve yang lebih hati-hati karena inflasi yang berfluktuasi. Data inflasi yang lebih lembut pekan lalu mengurangi tekanan untuk pengetatan segera, meski pasar tetap waspada terhadap perubahan arah jika data terbaru menunjukkan perubahan tren. Pasar menyimak komentar pejabat Fed karena arah kebijakan jangka menengah akan menentukan arah AUDUSD.

Harga minyak yang lebih tinggi berdampak positif bagi mata uang komoditas seperti AUD. Selain itu, pergerakan imbal hasil obligasi global juga mempengaruhi dinamika pasangan ini. Karena itu, level 0.7020 menjadi pedoman teknis utama untuk potensi pergerakan lebih lanjut.

banner footer