AUDUSD rebound pasca keputusan RBA: peluang trading bagi trader forex

AUDUSD rebound pasca keputusan RBA: peluang trading bagi trader forex

Signal AUD/USDBUY
Open0.701
TP0.725
SL0.688
trading sekarang

RBA memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,85 persen. Keputusan ini diprakirakan secara luas oleh pasar, sejalan dengan tekanan inflasi yang tetap tinggi. Peningkatan suku bunga menandai langkah pertama dalam gelombang pengetatan untuk menjaga stabilitas harga di tengah permintaan domestik yang kuat.

Dalam pernyataannya, bank sentral menyoroti bahwa inflasi telah turun dari puncaknya pada 2022 namun meningkat secara material pada paruh kedua tahun 2025. Dewan menilai bahwa beberapa kenaikan inflasi baru-baru ini mencerminkan tekanan kapasitas yang lebih besar dari estimasi sebelumnya. Kondisi pasar tenaga kerja juga tetap ketat dan permintaan swasta tumbuh lebih cepat dari ekspektasi.

Market reaction menunjukkan AUD menguat terhadap USD dan diperdagangkan di sekitar 0,7011 dengan mendekati tertinggi intraday di 0,7050. Banyak analis menilai perbedaan kebijakan antara RBA dan bank sentral lain yang masih lebih agresif mendukung momentum AUD dalam jangka pendek. Selain itu, pasar memperkirakan peluang kenaikan lanjutan sebesar 25 bp pada bulan Mei meskipun prospek pengetatan jangka panjang tetap tergantung pada data ke depan.

KeputusanLevelCatatan
RBA3,85%Kenaikan 25 bp ; inflasi diperkirakan tetap di atas target
Ekspektasi pasarPengetatan lebih lanjutSinyal rata-rata 80% untuk 25 bp lagi di Mei
Pair AUDUSDKondisi teknikal membaik jelang data utama

Perbandingan jalur kebijakan antara RBA dan Fed

Perbedaan arah kebijakan antara RBA dan Federal Reserve mendorong bias bullish pada AUD versus USD. RBA menunjukkan kesiapan untuk melanjutkan pengetatan jika inflasi tidak kunjung turun secara berkelanjutan, sementara Fed diperkirakan lebih dovish dalam jangka mendatang. Perbedaan ini menciptakan dinamika arus modal yang mendukung pelemahan dolar dalam beberapa sesi perdagangan.

Pasar juga mengaiaskan bahwa Fed mungkin menahan langkah agresif pada saat ini, dengan ekspektasi pemotongan suku bunga sekitar 50 basis poin pada akhir tahun. Dengan demikian, AUD memiliki ruang untuk ditopang oleh ekspektasi ketatnya kebijakan moneter di Australia relatif terhadap kebijakan di Amerika Serikat. Kompleksitas ini menambah volatilitas jangka pendek namun tetap menunjukkan bias kenaikan untuk AUDUSD secara umum.

Secara teknikal, pergeseran ekspektasi kebijakan menimbang posisi AUDUSD untuk bergerak lebih tinggi selama data ekonomi utama menunjukkan progres positif. Trader disarankan memantau dinamika rilis laporan pekerjaan Australia dan PMI Jasa sebagai katalis utama. Pengetatan kebijakan yang terlihat lebih agresif di Australia dapat menjadi pendorong utama jika data menunjukkan tekanan kapasitas tetap tinggi.

Katalis data ketenagakerjaan Australia dan PMI Jasa sebagai pemicu jangka pendek

Data ketenagakerjaan Australia dan Indeks Manajer Pembelian PMI Jasa dijadwalkan rilis pada hari Rabu. Data ini berpotensi memberikan katalis volatilitas jangka pendek bagi AUDUSD jika menunjukkan perbaikan di pasar tenaga kerja dan sektor jasa. Investor juga akan menilai bagaimana sektor jasa berkontribusi pada dinamika inflasi melalui biaya tenaga kerja dan permintaan klien.

Laporan Amerika Serikat yang semula dijadwalkan untuk Nonfarm Payrolls NFP pada hari Jumat ditunda karena penutupan pemerintah parsial. Penundaan ini membuat fokus beralih ke indikator ketenagakerjaan swasta seperti Perubahan Ketenagakerjaan ADP dan PMI Jasa AS. Ketidakpastian bahwa NFP akan keluar pada jadwal baru menambah tekanan volatil pada pasangan mata uang ini.

Untuk trader, penting menjaga manajemen risiko karena volatilitas dapat meningkat menjelang rilis data utama. Berdasarkan analisis, sinyal trading mendasar adalah posisi beli pada AUDUSD dengan target keuntungan lebih besar daripada risiko. Tetap patuhi rencana open tp sl sesuai ekspektasi fundamental dan potensi teknikal jangka pendek.

broker terbaik indonesia