Artikel ini disusun untuk pembaca awam oleh Cetro Trading Insight. Data neraca perdagangan China Februari menunjukkan surplus sebesar 213,62 miliar dolar, lebih tinggi dari perkiraan. Meskipun surplus secara nominal membesar, surplus dalam yuan turun menjadi 637,5 miliar yuan dibandingkan 808,8 miliar yuan bulan sebelumnya. Pasar menilai data ini sebagai indikasi kesehatan perdagangan China, sambil mencermati dinamika kurs yuan.
Pengaruh langsung terhadap AUDUSD terlihat terbatas. Pair diperdagangkan mendekati 0,7060 pada sesi Asia, setelah dua hari mengalami kenaikan. Pergerakan cenderung menyempit karena investor menimbang data China dengan faktor lain seperti perubahan yield dan prospek kebijakan moneter. Sentimen global yang fluktuatif juga menjaga AUD dalam posisi rentan terhadap pergerakan dolar AS.
Sinyal umum pasar saat ini menantikan data inflasi AS, terutama CPI dan PCE, sebagai petunjuk arah kebijakan Federal Reserve. Data tersebut berpotensi mengubah dinamika arus modal antara dolar dan risiko. Sisi Australia juga diperhatikan melalui ekspektasi inflasi domestik dan potensi perubahan kebijakan suku bunga oleh RBA.
Imbal hasil obligasi pemerintah Australia tenor 10 tahun naik hingga sekitar 5,0%, tertinggi sejak Juli 2011. Kondisi ini menambah tekanan pada inflasi dan meningkatkan probabilitas kebijakan moneter yang lebih ketat di masa mendatang.
Gubernur RBA Michele Bullock menegaskan bahwa bank sentral sangat waspada terhadap dampak konflik regional terhadap ekspektasi inflasi dan siap untuk menaikkan suku bunga jika diperlukan. Pernyataan ini menambah spekulasi tentang jalur kebijakan yang lebih hawkish dibanding pasar sebelumnya.
Walau potensi dukungan dari yield dan kebijakan hawkish meningkatkan daya dukung pada AUD, pergerakan AUDUSD masih terbatas karena faktor global seperti dinamika dolar AS dan ketidakpastian geopolitik. Pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi AS untuk memberi arah pada ekspektasi Fed dan kurs dolar.
Secara teknikal, AUDUSD berada dalam fase konsolidasi mendekati level 0,7060 setelah dua hari kenaikan. Pergerakan di sekitar level ini menunjukkan pasar menimbang potensi dorongan kenaikan versus risiko penurunan lebih lanjut.
Sentimen pasar sempat terguncang ketika pernyataan Donald Trump bahwa konflik dengan Iran bisa diselesaikan segera menimbulkan lonjakan optimisme risiko, membuat dolar sempat melemah. Namun, para pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS yang akan datang dan dapat mengubah bias pasar.
Kesimpulannya, tanpa sinyal perdagangan yang jelas dari data yang ada, disarankan untuk menunggu konfirmasi dari informasi ekonomi utama berikutnya. Manajemen risiko yang ketat tetap penting bagi trader yang ingin terlibat dalam volatilitas AUDUSD.