BAJA Setuju Rights Issue untuk Konversi Utang ke Sarana Steel, Lunasi Pokok dan Bunga serta Perkuat Modal

BAJA Setuju Rights Issue untuk Konversi Utang ke Sarana Steel, Lunasi Pokok dan Bunga serta Perkuat Modal

trading sekarang

Di tengah dinamika pasar modal Indonesia, BAJA menunjukkan langkah strategis yang berpotensi mengubah komposisi kepemilikannya. Cetro Trading Insight mencatat bahwa perusahaan telah memperoleh persetujuan RUPSLB untuk melaksanakan rights issue dengan skema konversi utang menjadi saham terhadap Sarana Steel. Proses ini mencerminkan upaya BAJA membenahi neraca dan menjaga kelangsungan operasional di jangka panjang. Langkah ini juga menandai lahirnya mekanisme debt-to-equity swap yang akan diatur dalam PMHMETD I.

RUPSLB yang digelar pada 31 Maret 2026 menyetujui penambahan modal melalui penerbitan maksimal 1 miliar saham dengan nominal Rp100 per saham. Pihak perseroan menyatakan HMETD akan digunakan untuk memperbesar modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu. Target utama aksi ini adalah memanfaatkan dana untuk melunasi utang pokok dan bunga kepada SS serta memperkuat modal kerja perusahaan.

Total kewajiban BAJA kepada SS mencapai Rp445,33 miliar, terdiri dari utang pokok Rp317,56 miliar dan bunga Rp127,76 miliar. Utang tersebut berakar dari Perjanjian Kredit tertanggal 3 Oktober 2011 dengan nilai awal USD20,6 juta yang telah diperpanjang beberapa kali hingga jatuh tempo terakhir pada 3 Oktober 2026. Dalam skema konversi, SS akan mengambil bagian melalui PMHMETD I dengan mekanisme debt-to-equity swap senilai USD20,6 juta untuk pelunasan pokok, sementara pelunasan bunga dilakukan menggunakan dana tunai hasil rights issue. Poin penting lainnya adalah pelunasan bunga dihentikan sejak 19 Februari 2026 hingga rampungnya konversi piutang menjadi saham.

Detail teknis menunjukkan bahwa SS akan menjadi bagian dari PMHMETD I melalui konversi utang menjadi ekuitas sebesar USD20,6 juta, yang akan digunakan untuk menyelesaikan pokok utang. Dengan ini, sebagian besar kewajiban utang pokok akan diselesaikan melalui konversi, sedangkan bagian bunga tetap akan dilunasi menggunakan dana tunai hasil rights issue. Proses ini menandai perubahan struktur kepemilikan dengan dampak langsung pada komposisi ekuitas BAJA.

Rapat juga menyebutkan bahwa bunga utang dihentikan sejak 19 Februari 2026 hingga penyelesaian konversi piutang menjadi saham rampung. Jatuh tempo pokok utang awal terdapat pada 3 Oktober 2011 dan telah berulang kali diperpanjang, membuat jalan bagi penyelesaian melalui debt-to-equity swap. Detail mengenai jumlah final saham yang diterbitkan, harga pelaksanaan, serta rincian penggunaan dana akan disampaikan lebih lanjut melalui prospektus PMHMETD I.

Selain itu, Ibnu Susanto, pemegang saham pengendali sebesar 16,45 persen, bersama Sarana Steel sebagai pihak terafiliasi, akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer). Aksi ini menegaskan keterkaitan pihak terkait dalam struktur korporasi BAJA dan dapat memengaruhi dinamika pasar jika ada perubahan kepemilikan. Prospektus PMHMETD I dijadwalkan memuat persyaratan, hak pemegang saham, dan ketentuan konversi secara rinci.

Implikasi bagi Investor, Dilusi, dan Kaitannya dengan Pemegang Saham Pengendali

Influens atau dampak terhadap investor cukup signifikan karena aksi rights issue akan meningkatkan jumlah saham beredar, sehingga potensi dilusi kepemilikan bisa terjadi bagi pemegang saham lama. Meskipun tujuan utamanya untuk melunasi utang dan memperkuat modal kerja, aksi ini dapat menekan laba per saham jangka pendek jika harga pelaksanaan relatif tinggi atau jika tingkat hak memesan efek lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Investor juga perlu menakar risiko dan peluang, karena final angka saham yang diterbitkan serta harga pelaksanaan akan menentukan tingkat dilusi dan nilai saham BAJA setelah prospektus PMHMETD I diterbitkan. Keterlibatan pemegang saham pengendali sebagai standby buyer bisa menjadi sinyal dukungan terhadap proses, namun juga menimbulkan kekhawatiran terkait kontrol di masa depan. Secara umum, sinergi antara pengurangan beban utang dan peningkatan likuiditas diharapkan memperbaiki profil risiko BAJA jika prospektus memaparkan rencana penggunaan dana secara transparan.

Sebagai bagian dari liputan, Cetro Trading Insight akan terus memantau perkembangan prospektus PMHMETD I dan perubahan struktur kepemilikan. Pembaca disarankan menunggu rincian final seperti jumlah saham, harga pelaksanaan, dan jadwal pelaksanaan rights issue yang akan dipublikasikan dalam prospektus resmi. Informasi lanjutan akan dianalisis untuk memberikan sinyal lebih lanjut terkait potensi pergerakan harga BAJA.

broker terbaik indonesia