Bank bjb memperkuat komitmennya terhadap pembiayaan berkelanjutan melalui rilis Sustainability Bond Tahap II. Langkah ini selaras dengan strategi perusahaan untuk memperluas portofolio pembiayaan berwawasan lingkungan dan sosial. Menurut Cetro Trading Insight, instrumen ini mencerminkan upaya bank dalam menggalang dana untuk proyek ramah lingkungan sambil menawarkan imbal hasil yang kompetitif bagi investor.
Pada tahapan sebelumnya, Tahap I tahun 2024 mencapai target Rp1 triliun dengan minat investor yang sangat besar. Hal ini tercermin dari oversubscription yang mencapai 4,66 kali dari target awal. Dinamika serupa terlihat pada Tahap II, dengan permintaan investor mencapai Rp932,4 miliar dan minat yang konsisten menunjukkan kepercayaan pasar terhadap rencana pembiayaan berkelanjutan bank tersebut.
Masa bookbuilding Tahap II berlangsung antara 13 Februari hingga 2 Maret 2026 dengan dua seri tawaran: Seri A ber tenor 3 tahun dan Seri B ber tenor 5 tahun. Kupon indikatif Seri A berada di kisaran 5,45%–6,05% sementara Seri B di 5,70%–6,30%. Penerbitan ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia untuk diperdagangkan secara luas di pasar sekunder.
Peringkat idAA (Double A) yang diberikan oleh Pefindo menandakan kemampuan bank bjb dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjangnya. Peringkat ini mencerminkan evaluasi positif terhadap ketahanan keuangan perseroan serta kemampuan mengelola risiko jangka panjang. Dengan dukungan ini, para investor dapat menilai profil risiko produk obligasi berkelanjutan bank bjb secara lebih komprehensif.
Kerangka Sustainability Bond bank bjb juga mendapat penilaian “Ramah Lingkungan/Berkelanjutan” dari SDGs Hub Universitas Indonesia, menegaskan komitmen terhadap standar ESG dalam desain produk. Penilaian independen tersebut menambah keyakinan pasar bahwa proyek pembiayaan berada pada jalur kebijakan berkelanjutan. Upaya ini menunjukkan konsistensi antara strategi bisnis dan praktik ESG perseroan.
Dalam pelaksanaan penerbitan, bank bjb menggandeng lima penjamin emisi terkemuka—Mandiri Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Mega Capital Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk—untuk memperlancar akses pasar. Langkah ini memperkuat tata kelola keuangan dan transparansi dalam proses bookbuilding serta distribusi. Keberhasilan kerja sama dengan penjamin emisi diharapkan mendukung likuiditas obligasi berkelanjutan di pasar sekunder.
Dana dari Sustainability Bond Tahap II akan digunakan untuk pembiayaan baru maupun pembiayaan ulang dalam kategori KUBL dan KUBS, sesuai POJK 18 Tahun 2023. Kebijakan penggunaan dana ini menegaskan fokus bank pada proyek ramah lingkungan dan sosial yang berdampak positif bagi berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini sejalan dengan upaya menuju Net Zero serta inisiatif mitigasi emisi yang lebih luas.
Hingga Desember 2025, Sustainable Portfolio bank bjb telah mencapai Rp14,3 triliun, menyalurkan dana ke sektor ramah lingkungan, pembiayaan UMKM, dan program sosial. Angka ini menjadi indikator pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan yang selaras dengan dinamika perekonomian nasional. Selain itu, portofolio ini memperkuat peran bank bjb dalam menyediakan solusi pembiayaan berkelanjutan bagi pelaku usaha yang beragam.
Bank bjb juga memperkuat tata kelola ESG melalui pengelolaan emisi gas rumah kaca dan partisipasi dalam Bursa Karbon Indonesia dengan membeli unit karbon SPE-GRK. Perusahaan juga menjadi bagian dari fase pertama Climate Risk Stress Test (CRST) untuk mengintegrasikan risiko iklim ke dalam manajemen risiko. Langkah-langkah ini menegaskan komitmen berkelanjutan terhadap tata kelola ESG dan kesiapan menghadapi perubahan iklim.