Bank of Korea Naikkan Suku Bunga: Won Korea Selatan Kian Tangguh di Dekat Level Terendah Satu Tahun

Signal USD/KRWSELL
Open1380
TP1350
SL1400
trading sekarang

Bank of Korea (BoK) baru saja mengambil langkah moneter yang agresif dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin berturut-turut hingga mencapai level 3.00%. Langkah ini mengejutkan sebagian pelaku pasar, meskipun mayoritas analis yang disurvei oleh Bloomberg sebelumnya telah memproyeksikan kenaikan tersebut. Analis dari Brown Brothers Harriman (BBH), Elias Haddad, menyoroti bahwa keputusan ini berhasil mendorong nilai tukar USD/KRW mendekati level terendah dalam satu tahun terakhir.

Meskipun bank sentral mulai melunakkan panduan kebijakan ke depannya, pasar melihat bahwa ruang pengetatan masih terbuka lebar. Koreksi pada kalimat panduan resmi BoK yang tidak lagi secara eksplisit mengharuskan kenaikan suku bunga lanjutan, digantikan dengan pendekatan berbasis data, menunjukkan sikap yang lebih fleksibel. Namun, proyeksi bersyarat dari para anggota dewan tetap mengarah pada tingkat suku bunga yang lebih tinggi dalam enam bulan ke depan.

Tim analis Cetro Trading Insight menilai bahwa fundamental mata uang Won Korea (KRW) saat ini sangat solid didukung oleh berbagai faktor makroekonomi domestik. Selain valuasi yang dinilai masih undervalued, surplus transaksi berjalan Korea Selatan yang mencapai 9,4% dari PDB pada kuartal pertama menjadi pilar penyokong utama. Ditambah lagi dengan potensi arus masuk modal asing pasca inklusi penuh ke dalam World Government Bond Index (WGBI) pada bulan November mendatang.

Pasar finansial merespons proyeksi suku bunga bersyarat enam bulan ke depan yang menunjukkan mayoritas anggota dewan menginginkan suku bunga di atas level saat ini. Dari jajak pendapat internal, sebagian besar anggota melihat suku bunga acuan berpotensi mendarat di kisaran 3.25% hingga 3.50%. Kurva swap bahkan mengimplikasikan ekspektasi pasar yang lebih agresif, yakni mendekati 3.50% dalam enam bulan dan mencapai 3.75% dalam jangka waktu satu tahun ke depan.

Divergensi kebijakan ini menempatkan Won dalam posisi yang diuntungkan terhadap Dolar AS yang mulai menghadapi ketidakpastian arah suku bunga The Fed. Dengan inflasi domestik Korea Selatan yang relatif terkendali namun tetap membutuhkan stabilitas moneter, BoK memiliki ruang yang cukup untuk bermanuver tanpa harus mengorbankan pertumbuhan ekonomi secara drastis. Kondisi ini membuat aset berbasis Won menjadi lebih menarik bagi investor global.

Bagi para pengguna aplikasi yang ditayangkan di web Cetro, momentum penurunan USD/KRW ini dapat dimanfaatkan untuk mencari peluang entry sell. Perbedaan yield yang menyempit antara AS dan Korea Selatan akan terus membebani pasangan mata uang USD/KRW. Oleh karena itu, pemantauan terhadap rilis data ekonomi Korea Selatan berikutnya akan menjadi kunci penting dalam memvalidasi tren penguatan Won ini.

banner footer