Bank Woori Saudara Optimalkan Bauran Funding untuk Dorong Pertumbuhan DPK di 2026

Bank Woori Saudara Optimalkan Bauran Funding untuk Dorong Pertumbuhan DPK di 2026

trading sekarang

Di lanskap perbankan Indonesia menjelang 2026, Bank Woori Saudara Tbk (SDRA) menegaskan langkah agresif untuk meningkatkan kinerja melalui penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Strategi ini menempatkan penyesuaian bauran funding yang inovatif sebagai inti reformasi operasional. Dalam konteks makro, prediksi harga emas menjadi salah satu variabel yang mempengaruhi aliran modal global dan bisa berdampak pada sikap investor. Cetro Trading Insight memantau kemajuan langkah ini sebagai bagian dari analisis fundamental yang menyeluruh.

Data terbaru hingga November 2025 menunjukkan DPK Bank Woori Saudara mencapai Rp34,5 triliun, dengan komposisi deposito mendominasi yaitu Rp26,6 triliun. Giro sebesar Rp3,9 triliun dan tabungan Rp4,0 triliun membentuk kerangka funding yang hendak diperkuat. BWS menegaskan rencana memperluas variasi produk funding baik untuk segmen individu maupun korporasi demi menjaga ritme pertumbuhan DPK.

Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Leonardo Lijuwardi, menilai 2026 sebagai momentum transisi kebijakan moneter yang akomodatif. Suku bunga yang telah dipangkas 125 bps sepanjang 2025 menjadi 4,75 persen, dan dampaknya diperkirakan terasa mulai 2026. Array indikator likuiditas, terutama melalui peningkatan CASA, menjadi fokus utama untuk menekan cost of funds dan menjaga NIM di jam-jam kebijakan moneter yang berubah.

Gelombang suku bunga rendah 2026 dinilai membuka peluang bagi bank untuk mengoptimalkan struktur funding, terutama lewat peningkatan CASA. Analisis makro juga menunjukkan bahwa aliran dana murah bisa menguatkan posisi bank di pasar kompetitif. Secara akurat, prediksi harga emas menjadi barometer sentimen investor terhadap aset berisiko, sehingga pemantauan Array indikator menjadi penting bagi bank untuk menginformasikan keputusan funding.

Produk tabungan dan paket berjangka milik BWS menjadi kunci dalam menarik dana ritel dan korporasi, dengan daftar produk seperti Tabungan Woori Saudara, Premium, Cerdas, K-Pop, Simpel, TabunganKu, WiGo, serta Tabungan Berjangka Taska dan varian Taskasure, Gift, Impian. Segment korporasi juga didukung oleh layanan tabungan, giro, dan deposito. Kondisi prediksi harga emas mempengaruhi preferensi nasabah terhadap produk berjangka, sehingga bank perlu menyesuaikan suku bunga dan fitur hadiah guna mempertahankan daya tarik.

Secara keseluruhan, eksekusi strategi funding BWS diperkirakan mampu menjaga NIM meski suku bunga turun, jika CASA dan product mix terus diperkuat. Namun, risiko volatilitas pasar dan dinamika likuiditas tetap perlu diwaspadai sebagai bagian dari manajemen risiko. Analisis lebih lanjut dengan Array indikator akan membantu Cetro Trading Insight memantau arus kas dan efektivitas program Taska serta layanan korporasi dalam mendongkrak pertumbuhan DPK.

broker terbaik indonesia