Para analis Rabobank, termasuk Molly Schwartz dan Christian Lawrence, memprakirakan Banxico akan mempertahankan suku bunga kebijakan di 7,00% pada pertemuan 5 Februari. Pendapat ini konsisten di antara analis yang disurvei Bloomberg, mencerminkan konsensus pasar menjelang keputusan kebijakan moneter. Asumsi ini dihidupkan oleh data dan dinamika inflasi serta pertumbuhan yang masih seimbang.
Analisis tersebut juga menyoroti proyeksi setidaknya dua pemotongan 25bp pada 2026, membawa suku bunga kebijakan ke level terminal 6,50%. Narasi ini menandakan penyesuaian bertahap dan menempatkan ruang bagi pergeseran kebijakan tergantung pada perkembangan inflasi domestik dan kondisi ekonomi.
Dalam rilis kebijakan terbaru, Bank Mexico mengubah bahasa dari "Dewan akan mengevaluasi pengurangan suku bunga acuan" menjadi "Dewan akan mengevaluasi waktu untuk penyesuaian suku bunga acuan tambahan", indikasi adanya jeda di masa depan dan potensi perubahan jalur penurunan suku bunga seiring waktu.
Keputusan hold di 7,00% memberikan jeda bagi pasar karena kestabilan yield menjaga arus modal dan menahan volatilitas pasangan USDMXN dalam jangka pendek. Pelaku pasar menilai bahwa tingkat bunga yang tinggi mendukung daya tarik peso relatif terhadap dolar, setidaknya untuk periode awal analisis ini.
Proyeksi dua pemotongan pada 2026 menandakan potensi penurunan imbal hasil peso jika laju suku bunga memang melunak. Jika imbal hasil peso turun, tekanan pada pasangan USDMXN bisa meningkat seiring perbandingan yield antar negara berubah sesuai kebijakan moneter yang lebih longgar.
Perubahan bahasa kebijakan, dari mengevaluasi pengurangan menjadi mengevaluasi waktu untuk penyesuaian tambahan, menandakan kemungkinan jeda lebih lanjut. Hal ini bisa memperlambat penurunan imbal hasil dan menjaga volatilitas pasar FX dalam kisaran menengah.