Rabobank strategists Molly Schwartz dan Christian Lawrence memperkirakan Banxico akan mempertahankan suku bunga acuan 7,00% pada keputusan 26 Maret. Mereka menyoroti risiko inflasi yang masih tinggi akibat perang Iran dan adanya pergesekan di Dewan Gubernur antara anggota yang lebih hawkish dengan yang lebih dovish. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight sebagai bagian dari upaya kami memberikan konteks pasar yang lebih jelas bagi pembaca awam.
Mereka masih melihat jalur pemangkasan dua kali 25 basis poin akan dimulai pada Juni, tetapi peluang untuk jumlah pemotongan yang lebih kecil serta waktu yang lebih lambat meningkat ketika tekanan inflasi berlanjut. Risiko terhadap skenario ini cenderung mengarah ke penundaan pemotongan dan kembalinya fokus pada stabilitas harga. Dalam konteks itu, Banxico perlu menakar sinyal dari data inflasi dan dinamika biaya hidup domestik.
Walau ada beberapa langkah untuk melindungi ekonomi Meksiko dari dampak perang, inflasi diperkirakan tetap meningkat dalam jangka pendek. Beberapa anggota dewan yang lebih dovish khawatir terhadap prospek ekonomi yang memburuk, sehingga posisi bank bisa menjadi sulit jika inflasi melonjak lebih jauh. Secara umum, pasar disarankan memantau bagaimana Banxico merespons tekanan harga dan bagaimana jalur kebijakan bisa bertahan meskipun risiko eksternal masih tinggi.
Sesuai dengan analisis Rabobank, kebijakan suku bunga di 7,00% menjadi bagian dari strategi menyeimbangkan inflasi dan pertumbuhan. Perkiraan dua potongan 25bp mulai Juni tetap menjadi kerangka kerja utama, namun ada risiko bahwa pemotongan bisa lebih sedikit atau tertunda jika tekanan harga tidak mereda. Analisis ini menekankan bahwa perjalanan kebijakan Banxico akan sangat bergantung pada data inflasi berikutnya.
Perdebatan internal Dewan antara anggota hawkish dan dovish menambah elemen ketidakpastian pada jalur kebijakan. Ketika beberapa anggota melihat perlunya menjaga manfaat harga yang stabil, yang lain menuntut respons yang lebih tegas terhadap sinyal pertumbuhan melambat. Hal ini membuat risiko jarak temporal antara rencana pemangkasan dan kenyataan kebijakan cenderung melebar.
Implikasi bagi pasar finansial, termasuk USD/MXN, obligasi berdenominasikan peso, serta eksposur aset berisiko, akan bergantung pada bagaimana investor menilai prospek inflasi dan pertumbuhan. Sinyal utama adalah kehati-hatian dalam menimbang pemotongan lebih lanjut jika tekanan harga naik, serta kesiapsiagaan terhadap volatilitas jangka pendek akibat perdebatan internal. Skenario risiko-imbalance ini mengakibatkan panduan risiko dengan rasio reward minimal sekitar 1:1.5.