
BBH menyatakan ekspektasi bahwa Riksbank akan mempertahankan suku bunga kebijakan di level 1.75% untuk rapat keenam berturut-turut. Inflasi yang relatif tenang dan kapasitas ekonomi yang masih tersisa memberi ruang bagi kebijakan akomodatif dalam jangka panjang. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight dan menyoroti dampak pada krona Swedia.
BBH juga menilai bahwa Riksbank mungkin akan menahan diri meskipun harga pasar mengisyaratkan kenaikan 25 basis poin di akhir tahun. Sikap ini dinilai sebagai hambatan terhadap penguatan krona, karena ekspektasi pasar terhadap pengetatan lebih kecil. Pasar perlu memperhatikan dinamika arus modal dan risiko kebijakan yang lebih longgar di masa mendatang.
Proyeksi terbaru bank diperkirakan menegaskan tidak ada perubahan suku bunga hingga Q4 2026, dengan kemungkinan kenaikan penuh 25 bps baru di akhir 2027. Data inflasi yang moderat dan kapasitas ekonomi yang masih tersedia menjadi landasan bagi jalur kebijakan yang lebih longgar. Krona Swedia diperkirakan tetap rentan terhadap kejutan eksternal yang dapat memicu volatilitas jangka pendek.
Implikasi utama adalah krona cenderung melemah terhadap pasangan mata uang utama ketika kebijakan cenderung longgar. Riksbank yang menahan laju suku bunga menambah tekanan pada krona saat perbandingan kebijakan moneter internasional tetap mengarah ke pengetatan yang lebih agresif di negara lain. Hal ini mempengaruhi aliran modal dan volatilitas di pasar FX.
Ekspektasi tingkat kebijakan yang tidak berubah hingga akhir 2026-2027 meningkatkan headwind bagi krona ketika inflasi tetap rendah dan kapasitas berlebih berlanjut. Pasar valuta asing menimbang sinyal dovish terhadap krona, yang dapat menahan penguatan terhadap mata uang utama. Investor juga menantikan rilis data inflasi domestik dan laporan kebijakan bank sentral lain sebagai konfirmasi arah pergerakan.
Bagaimana strategi perdagangan berkembang? Laporan BBH menekankan potensi pergerakan USD terhadap SEK, sehingga posisi long pada pasangan USDSEK bisa menjadi keuntungan jika ada dorongan likuiditas. Trader dianjurkan memantau level teknikal, memahami arah kebijakan bank sentral di masa depan, dan mengelola risiko secara jelas. Pelaku pasar juga perlu menimbang faktor eksternal seperti perkembangan geopolitik dan dinamika pasar obligasi global yang berpengaruh pada harga krona.