BBHI Tumbuh: Laba Bersih 2025 Capai Rp574,26 Miliar, Saham BBHI Menguat

BBHI Tumbuh: Laba Bersih 2025 Capai Rp574,26 Miliar, Saham BBHI Menguat

Signal B/BHIBUY
Open1430
TP1515
SL1375
trading sekarang

BBHI, bank digital milik CT Group, melaporkan kinerja keuangan 2025 yang impresif, menandai tonggak penting bagi pertumbuhan bisnis perbankan digital di Indonesia. Data keuangan menunjukkan kemampuan BBHI untuk menjaga momentum positif hingga akhir tahun buku 2025. Cetro Trading Insight menilai hasil ini sebagai indikator bahwa model layanan digital BBHI mulai matang.

Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp574,26 miliar per 31 Desember 2025, naik dibandingkan Rp467,10 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara laba per saham dasar (EPS) tumbuh 23,08 persen menjadi Rp26,45 dari Rp21,49. Pertumbuhan laba sejalan dengan peningkatan pendapatan bunga neto, yang meningkatkan daya dorong keuntungan perusahaan.

Secara operasional, pendapatan bunga neto BBHI tercatat Rp1,44 triliun pada 2025, melonjak 29,73 persen dibandingkan Rp1,11 triliun tahun sebelumnya. Pendapatan operasional neto juga melonjak 69,19 persen menjadi Rp415,01 miliar, mencerminkan percepatan siklus bisnis bank digital ini. Pada sisi lainnya, beban operasional meningkat 17,99 persen menjadi Rp202,97 miliar, namun perusahaan tetap menjaga profitabilitas yang sehat.

Di neraca, total aset BBHI per akhir Desember 2025 mencapai Rp18,47 triliun, melonjak 32,12 persen dibanding posisi akhir 2024 sebesar Rp13,98 triliun. Pertumbuhan aset menandakan ekspansi bisnis yang kuat pada segmen ritel dan korporat, terutama lewat layanan digital yang lebih luas.

Di sisi liabilitas, beban liabilitas meningkat menjadi Rp10,96 triliun, naik 63,34 persen dari Rp6,71 triliun. Lonjakan liabilitas mencerminkan peningkatan dana pihak ketiga dan akses pembiayaan untuk ekspansi. EBITDA BBHI juga meningkat 23,06 persen menjadi Rp737,02 miliar, menandakan kemampuan operasional menghasilkan laba meski beban meningkat 17,99 persen menjadi Rp202,97 miliar.

Secara keseluruhan, kinerja 2025 menunjukkan profil risiko terkendali dengan peningkatan aset yang seimbang terhadap liabilitas serta EBITDA yang tetap solid, menegaskan posisi BBHI di tengah persaingan ketat industri perbankan digital yang terus berkembang.

Di pasar, reaksi investor terlihat dari penutupan harga saham BBHI di Rp1.430 per saham pada Selasa, 24 Februari 2026, naik 1,78 persen (25 poin) dari penutupan sebelumnya. Harga yang menguat memperkuat narasi bahwa kinerja keuangan 2025 memberikan fondasi bagi pergerakan harga lebih lanjut.

Berdasarkan isi laporan dan analisis fundamental, sinyal perdagangan yang direkomendasikan adalah buy. Entry disarankan di sekitar Rp1.430 dengan target harga Rp1.515 dan stop loss Rp1.375, memenuhi rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5.

Namun, investor disarankan untuk mempertimbangkan faktor risiko seperti volatilitas pasar modal, dinamika suku bunga, dan kompetisi di sektor perbankan digital yang bisa memengaruhi kinerja laba di masa depan.

broker terbaik indonesia