BBYB Laba Q1-2026 Tembus Rp136,98 Miliar; CAR 50,60% dan BNPL Menjadi Penopang Prospek 2026

BBYB Laba Q1-2026 Tembus Rp136,98 Miliar; CAR 50,60% dan BNPL Menjadi Penopang Prospek 2026

trading sekarang

Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) mengawali tahun 2026 dengan gebrakan yang memikat investor. Laba bersih pada kuartal pertama mencapai Rp136,98 miliar, menandai kelanjutan momentum positif meski dinamika global terasa tidak menentu. Kinerja ini mencerminkan manajemen yang efisien serta kemampuan bank menjaga kualitas aset di tengah gejolak ekonomi.

Dari sisi pendanaan, arus dana pihak ketiga (DPK) berada pada Rp13,42 triliun per 31 Maret 2026, turun tipis 1,97% yoy. Meski demikian, komposisi dana murah menunjukkan perbaikan, dengan tabungan tumbuh 8,62% menjadi Rp3,50 triliun. Deposito mengalami koreksi sebesar 2,18%, namun hal ini tidak menggerus kualitas likuiditas perseroan.

Penyaluran kredit Bank Neo Commerce turun 17,24% yoy menjadi Rp7,03 triliun, sejalan dengan strategi penyaluran kredit yang lebih selektif guna menjaga kualitas aset. Meskipun volume kredit menurun, rasio kredit bermasalah (NPL) neto tetap rendah di level 0,43%, menunjukkan kontrol risiko yang ketat dan manajemen risiko yang waspada.

Dari sisi neraca, total aset BNC meningkat 0,94% menjadi Rp18,34 triliun, mencerminkan pemanfaatan likuiditas yang prudent sambil menjaga kapasitas ekspansi. Efisiensi operasional juga terjaga, dengan BOPO 83,68% dan Cost to Income Ratio (CIR) 32,93%, yang menunjukkan kendali biaya seiring peningkatan pendapatan.

Net Interest Margin (NIM) tercatat tinggi pada 13,50%, menunjukkan margin baku yang sehat meski lingkungan suku bunga berubah. Rasio kecukupan modal (CAR) meningkat signifikan menjadi 50,60%, naik dari level 35,81% pada periode yang sama tahun sebelumnya, menggarisbawahi kapasitas ekspansi dan manajemen risiko yang lebih kuat.

Evaluasi manajemen menunjukkan bahwa bank tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan kualitas aset, sebuah fondasi saat perseroan mempersiapkan langkah-langkah ekspansi yang terukur. Di mata analis, peningkatan CAR mencerminkan kepatuhan terhadap standar risiko dan peluang pembiayaan masa depan yang lebih agresif namun terjaga.

Strategi digital, BNPL, dan prospek 2026

Perseroan menegaskan fokus pada pertumbuhan kredit digital retail sebagai bagian dari strategi digitalisasi layanan. Rencana peluncuran layanan Buy Now Pay Later (BNPL) pada 2026 dipandang sebagai pendorong akses pembiayaan yang lebih luas bagi nasabah, sekaligus memperkaya ekosistem keuangan digital bank tersebut.

Di pasar modal, BBYB mendapat sinyal positif setelah resmi masuk ke dalam indeks Economic 30 per 2 Maret 2026. Keberadaan dalam indeks ini dipandang sebagai indikator kepercayaan pasar terhadap kinerja dan prospek perseroan kebijakan tata kelola yang lebih baik.

Direktur Utama Eri Budiono menegaskan optimisme untuk melanjutkan tren positif sepanjang 2026, dengan dukungan kepercayaan nasabah, pemegang saham, serta komitmen seluruh karyawan dalam menjalankan prinsip kehati-hatian. Dalam catatan Cetro Trading Insight, momentum ini akan menguji bagaimana bank memanfaatkan inovasi digital untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan dan kualitas aset.

IndikatorNilai
Laba bersih Q1-2026Rp136,98 miliar
NIM13,50%
CAR50,60%
banner footer