RBC, melalui analisis ekonomnya, mencatat bahwa belanja menggunakan kartu di Kanada menunjukkan peningkatan moderat pada Februari meskipun rumah tangga terus memangkas belanja barang diskresioner. Data ini menyoroti bahwa ukuran penjualan ritel inti dengan rata-rata tiga bulan tetap negatif, namun membaik dibanding Januari. Dalam laporan yang dibahas Cetro Trading Insight, tren ini dipandang sebagai tanda pelemahan momentum konsumsi nasional yang mulai mereda.
Nilai inti penjualan ritel pada rata-rata tiga bulan turun hanya -0,1 persen pada Februari, lebih baik dibandingkan -0,3 persen pada bulan sebelumnya. Penurunan tersebut menunjukkan perbaikan setelah gangguan cuaca dan kelelahan pasca-libur berkurang, meskipun konteksnya tetap menahan daya beli di beberapa segmen.
Penurunan di Februari terutama berasal dari barang-barang diskresioner seperti pakaian dan barang terkait, yang menjadi salah satu segmen terlemah. Namun pengeluaran di layanan diskresioner dan kebutuhan pokok mengalami pertumbuhan, menjaga dinamika belanja rumah tangga secara keseluruhan tetap kuat. Travel, hiburan, dan seni mencatat kenaikan terkuat pada rata-rata tiga bulan, menandakan resilien belanja berbasis pengalaman.
Fokus pada dinamika diskresioner menunjukkan bagaimana kelemahan pada barang-barang non esensial sebagian besar diimbangi oleh pertumbuhan pada layanan diskresioner dan kebutuhan pokok. Ini mengindikasikan pergeseran prioritas pengeluaran rumah tangga di tengah pendapatan yang relatif stabil dan tekanan harga.
Rata-rata tiga bulan menunjukkan bahwa belanja untuk layanan diskresioner dan kebutuhan pokok tetap menjadi pondasi stabil bagi konsumsi rumah tangga, sementara sektor perjalanan, hiburan, dan seni menunjukkan dinamika positif. Belanja untuk pengalaman pribadi tetap menjadi motor utama bagi pertumbuhan konsumsi secara keseluruhan.
Melihat ke depan, prospek belanja turut dipengaruhi harga minyak. RBC menilai bahwa harga minyak yang lebih tinggi berpotensi mendorong pembelian di SPBU, meskipun dampaknya terhadap kebutuhan pokok dan barang diskresioner tergantung pada bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatan sisa atau menarik tabungan. Intinya, komposisi belanja akan tetap dipengaruhi oleh biaya energi dan likuiditas rumah tangga.
Harga minyak yang lebih tinggi berpotensi mendorong belanja di segmen energi ritel, seperti SPBU, yang pada gilirannya bisa mendukung sektor energi Kanada. Namun dampaknya terhadap belanja pada barang lain akan bergantung pada seberapa besar konsumen menyisihkan pendapatan tambahan untuk kebutuhan pokok maupun tabungan.
Secara umum, data Kanada yang beragam menambah lapisan kompleksitas bagi gambaran pertumbuhan ekonomi global. Sinyal-sinyal menunjukkan adanya perbaikan di sisi layanan konsumsi, sementara sisi barang diskresioner tetap menahan laju pertumbuhan.
Dalam jangka menengah, pergerakan CAD akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan fiskal, volatilitas harga minyak, dan dinamika perdagangan Kanada. Cetro Trading Insight terus memantau tren ini dan menekankan bahwa prospek mata uang CAD akan bergantung pada bagaimana faktor-faktor energi serta kebijakan ekonomi saling berinteraksi.