Menurut analisa Cetro Trading Insight, fokus pemerintahan PM Takaichi pada pertahanan, keamanan ekonomi, dan pertumbuhan yang didorong investasi menandai pergeseran menuju normalisasi fiskal. Langkah ini bisa mengurangi ketergantungan pada anggaran tambahan yang sering menjadi alat stimulus. Para analis menilai kebijakan fiskal yang lebih berorientasi investasi berpotensi diterima lebih luas oleh investor obligasi Jepang dan pasar surat utang negara.
Seiring dengan pengesahan anggaran FY2026 yang diperkirakan, MUFG menilai peluang BoJ untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan 28 April berada pada tingkat yang cukup tinggi. Debat mengenai kecepatan dan rincian anggaran akan menentukan ruang kebijakan dan membantu BoJ menilai kapan saatnya mengambil langkah berikutnya. Jika anggaran disahkan dengan rincian yang jelas, tekanan untuk tindakan kebijakan yang lebih ketat bisa meningkat.
Kebijakan fiskal yang lebih fokus pada investasi juga menambah dukungan terhadap yen dalam jangka menengah. Namun para pejabat menekankan bahwa pengesahan anggaran dan rilis detail kebijakan akan memperbesar peluang untuk tindakan lanjutan. Pasar semakin memperhatikan dinamika yield JGB dan bagaimana perubahan fiskal dapat memicu pergeseran arus investasi.
Agenda Takaichi dipandang memperkuat sinyal yen tahan terhadap tekanan eksternal karena menekankan pertumbuhan melalui investasi dan keamanan ekonomi. Analisa dari Cetro Trading Insight menunjukkan bahwa arah kebijakan ini dapat memperbaiki sentimen pasar terhadap Jepang meskipun volatilitas kebijakan tetap ada. Hal ini membuat investor berharap adanya langkah bertahap menuju normalisasi tanpa gangguan besar.
Fokus pada pertumbuhan dan belanja fiskal berbasis investasi meningkatkan peluang BoJ untuk melangkah menuju normalisasi kebijakan pada pertemuan bulan April. Dewan BoJ masih dibagi antara sikap dovish dan hawkish saat ini, dan perubahan komposisi bisa menggeser bias kebijakan secara keseluruhan. Data CPI nasional yang lebih lemah dari ekspektasi pekan lalu tidak mengubah gambaran umum bahwa kebijakan akan menimbang kenaikan suku bunga jika momentum pemulihan berlanjut.
MUFG menilai bahwa jika tren data tetap mendukung, BoJ kemungkinan perlu menegaskan langkah-langkah pengetatan di tahap berikutnya. Pergantian dua anggota dewan BoJ yang cenderung dovish dapat mendorong keseimbangan kebijakan menjadi sedikit lebih hawkish. Pasar akan memantau bagaimana respons kebijakan terhadap dinamika fiskal dan bagaimana hal ini mempengaruhi ekspektasi kurs USDJPY ke depan.
Jika anggaran FY2026 disahkan menjelang pertemuan 28 April dan USDJPY tetap berada di level saat ini, tekanan pada BoJ untuk bertindak bisa meningkat secara signifikan. Pelaku pasar menilai bahwa kombinasi fiskal yang lebih fokus pada investasi dapat mempertahankan dinamika yen yang lemah terhadap dolar jika BoJ tetap pada jalur normalisasi bertahap. Hal ini juga dapat mengundang volatilitas jangka pendek pada pasangan mata uang.
Pembaruan mengenai calon pengganti dua anggota dewan BoJ di pekan depan, Asahi Noguchi dan Junko Nakagawa, dapat mengubah keseimbangan suara di dewan. Jika komposisi berubah menjadi lebih hawkish, pasar mata uang mungkin menilai risiko kebijakan yang lebih agresif di masa depan. Investor akan menilai bagaimana kebijakan BoJ berinteraksi dengan arah kebijakan fiskal.
Sekaligus, kerangka risiko tetap terkait dinamika inflasi, perkembangan fiskal, dan bagaimana bank sentral Jepang menyeimbangkan antara dukungan belanja dengan kebutuhan normalisasi kebijakan. Cetro Trading Insight menekankan bahwa pasar akan fokus pada komunikasi BoJ serta data inflasi yang akan menentukan lintasan kebijakan ke depan. Kepatuhan terhadap target inflasi dan prospek pertumbuhan menjadi faktor utama dalam arah USDJPY.