Menurut Hajime Takata, anggota BoJ Board, kebijakan suku bunga perlu dinaikkan secara bertahap sebagai bagian dari normalisasi. Langkah ini dirancang untuk menjaga stabilitas pasar sambil menyeimbangkan risiko terhadap pelaku pasar. Dalam analisis ini, Cetro Trading Insight menilai bahwa pendekatan bertahap membantu menahan gejolak dan mempertahankan kepercayaan investor.
Takata juga menegaskan bahwa kekhawatiran deflasi di Jepang telah mereda dan fokus kebijakan seharusnya bergeser menuju perbaikan harga. Pandangan ini sejalan dengan ekspektasi bahwa pemulihan global akan mendorong tekanan inflasi secara bertahap. Dengan demikian, arah kebijakan normalisasi menjadi relevan daripada mempertahankan skema suku bunga super rendah dalam jangka panjang.
Meski sinyal Desember menunjukkan kenaikan suku bunga, real short-term rate tetap negatif secara signifikan. Kondisi ini menciptakan insentif bagi investor untuk menahan aset di Jepang dalam jangka pendek. BoJ juga perlu mengurangi ukuran balance sheet dan berhati-hati dalam mengakhiri pembelian JGB untuk menghindari lonjakan volatilitas pasar.
Gagasan utama BoJ adalah transisi menuju kenaikan harga yang lebih jelas seiring pemulihan global. Proses ini menuntut kehati-hatian dalam menjaga keseimbangan antara kebijakan moneter dan stabilitas likuiditas agar kinerja pasar tidak terganggu.
Perbedaan kebijakan antara BoJ dan bank sentral lain di dunia meningkatkan risiko volatilitas jika sinyal tidak sinkron. Pelaku pasar perlu memantau pergeseran kebijakan secara luas dan menilai dampaknya terhadap arus modal serta likuiditas pasar obligasi di berbagai yurisdiksi.
Takata menekankan potensi divergensi kebijakan yang dapat memicu volatilitas tinggi, terutama di pasar FX. BoJ dinilai perlu menimbang pengurangan pembelian JGB sambil menjaga fungsi pasar obligasi untuk menjaga likuiditas tetap terjaga selama proses normalisasi.
Reaksi pasar terlihat dalam pergerakan USD/JPY yang turun sekitar 0.35% pada hari itu, berada di sekitar 155.90. Pergerakan ini mencerminkan respons terhadap pendekatan kebijakan yang bertahap dan upaya menjaga volatilitas tetap terkendali.
Menilai dampak kebijakan BoJ terhadap USDJPY membutuhkan pemantauan berkelanjutan terhadap dinamika kebijakan moneter global. Jika pemulihan ekonomi global berlanjut, yen bisa memperoleh daya tahan terhadap tekanan dolar, meski volatilitas tetap bisa meningkat jika ekspektasi kebijakan divergen antara negara berbeda.
Untuk trader, fokus utama adalah manajemen risiko yang ketat. Karena sinyal perdagangan dari artikel ini belum menghasilkan rekomendasi beli atau jual yang jelas, pendekatan yang aman adalah menunggu konfirmasi dari indikator fundamental dan menjaga rasio risiko-imbalance minimal sesuai pedoman jika sinyal trading menjadi jelas.