OCBC menganggap bahwa nominee BoJ yang cenderung dovish memperkuat kekhawatiran bahwa normalisasi kebijakan bisa tertinggal. Hal ini menambah tekanan pada Yen meski secara fundamental nilai intrinsiknya masih rendah, sehingga Yen tetap berada dalam wilayah undervalued. Dampak kebijakan tersebut tampak jelas pada dinamika pasar valuta asing yang memperhitungkan kemungkinan penundaan perubahan kebijakan.
Para analis menekankan bahwa kepekaan terhadap langkah-langkah BoJ membuat ekspektasi mengenai dua kenaikan suku bunga pada tahun ini menjadi faktor utama dalam pergerakan USDJPY. Sinyal kebijakan yang lebih lembut dari BoJ dapat membatasi pergeseran signifikan pada pasangan ini dalam jangka pendek, meski potensi perubahan jangka panjang tetap ada bila kondisi ekonomi memburuk atau membaik secara signifikan.
OCBC mempertahankan sikap netral terhadap USDJPY dengan proyeksi akhir 2026 di sekitar 149. Mereka menegaskan yen tidak mungkin beralih dari mata uang pendanaan ke mata uang investasi kecuali ada pergeseran hawkish di BoJ, yang akan mengubah dinamika fundamental pasangan ini.
Pergerakan yen tercatat melemah ketika kurva JGB bear-steepened, mencerminkan kekhawatiran bahwa BoJ bisa tertinggal lebih jauh dari tren kebijakan global. Kondisi ini menambah tekanan pada USDJPY meski nilai fundamental yen tetap rendah dibanding mata uang utama lainnya, sehingga volatilitas jangka pendek bisa meningkat.
Laporan Mainichi serta penunjukan dua kandidat dovish pada dewan kebijakan memperkuat persepsi bahwa kebijakan moneter Jepang akan tetap ekspansif dalam waktu dekat. Persepsi tersebut membatasi kemampuan yen untuk sepenuhnya memanfaatkan undervaluednya, setidaknya dalam kerangka waktu beberapa bulan ke depan.
Risik intervensi pasar diperkirakan bisa kembali dengan cepat jika USDJPY drift menuju level 160, sehingga investor tetap berada dalam posisi hati-hati. Dengan adanya potensi perubahan dinamika kebijakan, skenario netral pada yen dipertahankan sebagai pedoman utama untuk para pelaku pasar.
OCBC menegaskan bahwa proyeksi USDJPY untuk akhir 2026 berada di sekitar 149, mencerminkan asumsi yen akan tetap terkepang pada tekanan kebijakan BoJ yang lebih dovish. Perubahan signifikan hanya terjadi jika BoJ mengubah arah kebijakan secara agresif menuju hawkish, yang belum terlihat dalam kerangka kerja saat ini.
Garis besar outlook didasarkan pada dua kenaikan suku bunga yang diperkirakan terjadi sepanjang tahun ini, yang diharapkan memberi dukungan pada dolar terhadap yen tanpa mengubah kerangka fundamental secara luas. Risiko utama tetap pada potensi kejutan kebijakan yang bisa mengubah profil risiko dan ekspektasi pasar.
Meskipun peluang intervensi kebijakan tetap ada jika sentimen pasar berubah secara drastis, skenario utama tetap menunjukkan USDJPY bertahan pada arah yang diuraikan. Investor disarankan menjaga kehati-hatian dan memantau sinyal kebijakan BoJ serta dinamika pasar global yang bisa memicu pergeseran lebih lanjut.