Pernyataan Hajime Takata pada hari Kamis menegaskan bahwa menentukan laju kenaikan suku bunga yang diinginkan serta level suku bunga puncak saat ini sulit. Ia menekankan bahwa langkah tersebut bergantung pada kondisi ekonomi, tekanan harga, dan dinamika pasar yang akan terlihat ke depan. Selain itu, ia menyoroti pentingnya faktor luar negeri dalam menilai waktu pelaksanaan kebijakan. Tak ada jalur kenaikan yang telah ditetapkan sebelumnya; semuanya bergantung pada lingkungan ekonomi dan data yang bisa berubah. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight.
Takata menjelaskan bahwa kebijakan tidak membuat BoJ tergolong tertinggal dari kurva kebijakan saat ini. Ia menekankan keinginan BoJ agar tidak menimbulkan risiko inflasi, dan bahwa yen yang melemah membawa pro dan kontra. Dalam sesi tanya jawab mengenai prospek kenaikan suku bunga pada tiap pertemuan kebijakan, ia menegaskan bahwa keputusan akan didasarkan pada perkembangan ekonomi dan target harga. Kebijakan ini menekankan evaluasi data sebagai dasar penilaian masa depan.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan melalui strategi dan stimulus, sambil menegaskan BoJ siap mendukung dengan kebijakan. Bank sentral juga harus berhati-hati untuk mencapai target harga secara berkelanjutan. Dalam kasus luar biasa ketika premi risiko terlalu tinggi, BoJ harus siap mengambil tindakan seperti operasi pasar.
Dampak pasar langsung terlihat pada pergerakan pasangan mata uang utama. Pada penutupan tulisan ini, USD/JPY diperdagangkan sekitar 155.90, turun sekitar 0.35 persen dari sesi sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan USDJPY bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk ekspektasi kebijakan dan dinamika global.
Kebijakan BoJ yang lebih fleksibel meningkatkan ketidakpastian bagi para trader. Investor terus memantau data ekonomi dan perkembangan global untuk menakar arah nilai tukar. Ketidakpastian seputar jalur kenaikan suku bunga juga menambah volatilitas jangka pendek di pasar dolar-yen.
Para pelaku pasar mempertimbangkan skenario di mana BoJ mempertahankan fleksibilitas kebijakan. Dalam skenario tersebut yen bisa tetap mendapat dukungan jika premi risiko turun. Opsi kebijakan lainnya bisa memicu pergerakan yang lebih besar melalui operasi pasar jika diperlukan.
BoJ terus menyeimbangkan antara risiko inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Yen cenderung melemah karena perbedaan ekspektasi kebijakan dengan bank sentral lain, meskipun ada upaya untuk menjaga stabilitas harga. Kebijakan ini menuntut penilaian berkala terhadap data dan dinamika global untuk menilai arah berikutnya.
Dukungan kebijakan pemerintah melalui strategi pertumbuhan mendapat sambutan, namun BoJ tetap menempatkan stabilitas harga sebagai prioritas utama. Dengan potensi risiko premi yang fluktuatif, bank sentral siap menilai respons kebijakan secara berkala dan menyesuaikan jika diperlukan. Negara lain juga menimbang respons kebijakan secara berbeda, menambah kompleksitas lingkungan kebijakan global.
Ringkasnya, arah kebijakan berikutnya sangat bergantung pada data ekonomi dan kondisi global. Investor disarankan memantau data utama dan perkembangan kebijakan untuk menilai peluang trading yang lebih jelas di masa mendatang. Konsistensi antara pernyataan BoJ dan data rilis akan menjadi faktor kunci dalam menilai potensi arah USDJPY.