
Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencetak momentum luar biasa di kuartal I-2026, menandai babak baru bagi industri energi terbarukan nasional. Laporan kinerja menunjukkan dukungan operasional panas bumi yang stabil dan kontribusi segmen angin, sehingga membentuk fondasi keuangan yang lebih kuat. Dalam konteks pasar, upaya berkelanjutan manajemen menambah keyakinan investor terhadap arah perusahaan.
Pendapatan konsolidasi mencapai USD165 juta, setara Rp2,8 triliun, tumbuh 8 persen secara year-on-year. Peningkatan top line ini didorong oleh produksi listrik panas bumi yang konsisten serta kinerja kuat dari segmen angin. Proyek retrofit Wayang Windu yang diselesaikan pada kuartal pertama 2026 semakin memperkuat fondasi operasional perseroan serta keandalan pasokan listrik bagi portofolio energi perusahaan.
CEO Barito Renewables, Hendra Soetjipto Tan, menegaskan bahwa retrofit Wayang Windu dan operasional panas bumi mendukung visi jangka panjang perseroan. Dalam keterangan resmi, beliau menjelaskan bahwa proyek pembaruan tersebut memperkuat fondasi operasional ke depan. Analisis internal oleh Cetro Trading Insight menilai kombinasi antara stabilitas produksi dan strategi efisiensi biaya sebagai pendorong daya saing perseroan.
EBITDA meningkat menjadi USD145 juta, naik 11,4 persen, dengan margin yang menguat dari 86,4 persen menjadi 87,6 persen. Peningkatan kinerja operasional ini mencerminkan efisiensi biaya dan peningkatan kapasitas pembangkit yang berdampak positif terhadap profitabilitas. Secara keseluruhan, margin yang lebih kuat mendukung posisi perseroan di pasar energi terbarukan yang kompetitif.
Laba bersih mencapai USD43 juta pada periode yang sama, tumbuh 33 persen dibandingkan kuartal I-2025, didorong oleh penurunan beban pendanaan melalui strategi optimalisasi utang. Perubahan struktur biaya dan biaya bunga yang lebih rendah memperkuat arus kas serta meningkatkan keyakinan investor. Barito Renewables juga mempertahankan struktur keuangan yang solid dengan total aset mencapai USD3,94 miliar dan rasio utang terhadap ekuitas 2,23 kali.
Dari sisi operasional, portofolio panas bumi terus diperkuat melalui ekspansi kapasitas dan peningkatan efisiensi. Proyek retrofit Wayang Windu yang telah diselesaikan meningkatkan total kapasitas terpasang BREN menjadi 926 MW, dan meningkatkan kinerja pembangkit secara keseluruhan. Ke depan, perseroan menekankan pengembangan proyek ekspansi utama seperti Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, dan retrofit Darajat Unit 3 untuk mencapai target kapasitas lebih dari 1.000 MW pada akhir 2026.
Perseroan menegaskan komitmennya terhadap ekspansi kapasitas panas bumi untuk mendukung target energi bersih nasional. Rencana utama meliputi penyelesaian Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, dan retrofit Darajat Unit 3, yang direncanakan meningkatkan kapasitas terpasang secara signifikan. Strategi ini dipandang sebagai langkah kunci untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat profil likuiditas perusahaan.
Target menembus 1.000 MW kapasitas panas bumi pada akhir 2026 menawarkan peluang bagi investor untuk menilai prospek jangka panjang perusahaan. Dengan kapasitas dasar saat ini 926 MW, tambahan kapasitas tersebut diharapkan memperkuat posisi BREN sebagai salah satu pemain utama di sektor energi terbarukan Indonesia. Proyeksi ini juga mendukung peningkatan produksi dan pendapatan di masa mendatang.
Dana proyek akan didukung oleh manajemen yang fokus pada efisiensi operasional dan pengendalian biaya. Melalui kemitraan dengan pemasok dan kontraktor, BREN berupaya menjaga biaya modal tetap kompetitif sambil menjaga standar operasional. Secara keseluruhan, outlook jangka menengah hingga panjang menunjukkan potensi pertumbuhan berkelanjutan dan peningkatan nilai bagi para pemegang saham.