Brent Melejit di Tengah Ketegangan AS-Iran: Analisis Fundamental dan Peluang Pasar Minyak

Brent Melejit di Tengah Ketegangan AS-Iran: Analisis Fundamental dan Peluang Pasar Minyak

trading sekarang

Brent melejit di akhir sesi perdagangan, menandai momen penting bahwa pasar minyak global tidak lagi tenang. Aksi short-covering global mendorong pergerakan harga yang agresif, sementara kekhawatiran akan eskalasi militer menambah beban di pasar energi. Dalam konteks ini, Cetro Trading Insight menilai bahwa berita geopolitik menjadi narasi utama yang memengaruhi dinamika harga.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran atas gangguan pasokan minyak yang lebih luas. Pelaku pasar menilai bahwa eskalasi militer bisa memperberat volatilitas harga dalam beberapa hari mendatang. Laporan pendukung dari pasar kilang dan ekspor menambah kompleksitas analisis bagi investor yang ingin memahami arah pergerakan harga.

Secara mingguan, Brent dan WTI sama-sama naik lebih dari 5 persen akibat respons terhadap ketidakpastian geopolitik. Data mingguan EIA menunjukkan penarikan persediaan minyak mentah AS yang memberikan dukungan tambahan pada harga. Meski begitu, para analis tetap waspada terhadap perubahan sikap diplomatik yang bisa mengubah arah tren secara drastis.

Dari sisi teknikal, tren saat ini menunjukkan harga Brent berada dalam jalur kenaikan meskipun volatilitas pasar masih tinggi. Para pedagang memantau pola pergerakan harga dan konfirmasi arah melalui pola break dan retest. Informasi teknikal ini membantu pembaca awam memahami bahwa faktor fundamental dan sentimen pasar saling mempengaruhi.

Brent ditutup di USD71,76 per barel, sementara WTI turun tipis ke USD66,39. Perbedaan ini mencerminkan dinamika pasar minyak global yang dipicu oleh faktor geopolitik, operasional kilang, dan permintaan global. Para analis mengamati pergerakan harga sebagai cerminan persepsi risiko yang berkembang di pasar energi.

Untuk gambaran teknikal yang lebih luas, beberapa analis mengidentifikasi potensi area resistance di sekitar level tertentu bagi WTI, yang jika ditembus bisa mengangkat sentimen pasar. Namun untuk Brent, arah pergerakan lebih menunggu sinyal dari perkembangan hubungan AS-Iran dan isu pasokan jalur Hormuz. Dengan potensi volatilitas yang tinggi, langkah yang diperlukan adalah menjaga manajemen risiko dan melihat sinyal konfirmasi tambahan sebelum mengambil posisi.

broker terbaik indonesia