Analisis terbaru menunjukkan Brent Oil terus menguat, diperdagangkan di atas 103 dolar AS per barel, menandai empat hari kenaikan berturut-turut. Pergerakan ini muncul meski pasar tengah menafsirkan risiko geopolitik yang tinggi akibat konflik antara Iran dan negara-negara Barat. Para analis menekankan bahwa tidak adanya pembicaraan damai antara Washington dan Teheran telah mendorong ekspektasi terhadap eskalasi konflik yang lebih panjang.
Faktor utama yang menopang reli harga adalah dinamika di Selat Hormuz. Ketegangan di jalur utama pasokan minyak membuat investor mengantisipasi gangguan berkelanjutan meskipun tidak ada jaminan kapan situasi akan mereda. Selain itu, sanksi AS yang masih berlaku menambah tekanan pada aliran minyak dari negara produsen, sehingga modal pasar berkontribusi pada pergerakan harga.
Di sisi analisis risiko, Iran dilaporkan telah menahan dua kapal komersial di jalur tersebut. Pentagon juga melaporkan bahwa proses pembersihan mina di Hormuz bisa memakan waktu hingga enam bulan, menambah kekhawatiran terkait pasokan global. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca yang ingin memahami konteks dan risiko secara menyeluruh.
Brent saat ini berada di sekitar 103,39 dolar AS per barel, menandai kenaikan beruntun untuk hari keempat. Pergerakan tersebut terjadi meski tidak ada satu katalis dominan, melainkan rangkaian faktor risiko geopolitik yang membentuk penilaian pasar. Investor tetap waspada terhadap potensi perubahan sikap pihak berwenang yang dapat memicu volatilitas harga.
Ketegangan di Selat Hormuz menjadi pusat perhatian karena jalur pasokan utama minyak dunia ini rawan gangguan. Meningkatnya risiko operasional menyebabkan pasar mencermati kemungkinan gangguan pasokan jangka menengah sampai panjang. Secara bersamaan, sanksi AS yang berlaku memperkuat tekanan pada aliran minyak dari produsen utama, memperpanjang proyeksi volatilitas harga.
Menurut analisis Deutsche Bank yang dirangkum, dinamika ini juga ditambah oleh laporan bahwa Iran menahan dua kapal dan potensi pembersihan ranjau bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan. Hal-hal ini menambah kekhawatiran mengenai pemulihan pasokan global. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Dengan faktor geopolitik yang tetap membayangi, para pelaku pasar minyak cenderung memanfaatkan momentum kenaikan harga untuk mewaspadai volatilitas. Analisis ini menilai bahwa tekanan di Hormuz dan ketidakpastian terkait negosiasi damai bisa mempertahankan sentimen bullish jangka menengah. Pelaku pasar disarankan memantau pernyataan kebijakan dan rilis data produksi untuk menilai risiko lebih lanjut.
Rekomendasi perdagangan yang disampaikan adalah posisi beli dengan open sekitar 103,39 dolar, target harga pada 105,50 dolar, dan stop loss di 102,50 dolar. Rasio risiko-imbalan diperkirakan sekitar 2,37:1, memenuhi kriteria minimal 1:1,5. Strategi ini menekankan manajemen risiko sambil memanfaatkan potensi pergerakan hingga target.
Catatan penting: semua analisis ini berasal dari Cetro Trading Insight. Pasar minyak sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan sanksi. Gunakan rencana manajemen risiko yang sesuai dan sesuaikan ukuran posisi dengan profil risiko Anda.