Di tengah gejolak ekonomi global yang melunak, BRI membuktikan dirinya sebagai mesin pertumbuhan nasional dengan kinerja yang luar biasa. Laba bersih bank pelat merah ini mencapai Rp57,132 triliun pada 2025, didukung arus pendanaan yang kuat, pertumbuhan kredit yang terjaga, serta perbaikan kualitas aset secara berkelanjutan. Kinerja tersebut meneguhkan posisi BRI sebagai tulang punggung pembiayaan produktif dan ekonomi kerakyatan yang menjadi napas utama perekonomian Indonesia, sebuah temuan yang disampaikan oleh Cetro Trading Insight.
Di tengah dinamika ketidakpastian global, perekonomian domestik tetap resilien dan menjadi basis pertumbuhan bank. BRI berhasil menjaga kualitas aset, likuiditas, dan rasio kredit bermasalah di level sehat, sambil menjaga profitabilitas yang stabil. Array indikator risiko yang terstruktur membantu manajemen memantau portofolio secara holistik dan mencegah gejolak mendadak.
Transformasi BRIVolution Reignite menjadi kerangka kerja untuk memperkuat dua pilar utama: Transform the Funding Franchise dan Revamp Existing Core and Build New Core. Inovasi digital digerakkan melalui BRImo, QRIS, QLola, dan platform end-to-end lainnya untuk memperkuat ekosistem perbankan. BRImo telah tumbuh menjadi 45,9 juta pengguna dengan volume transaksi Rp7.057 triliun serta merchant sebesar Rp223,2 triliun, sedangkan transaksi QRIS mencapai Rp85,6 triliun dengan lebih dari 782,8 miliar transaksi; dalam konteks diversifikasi aset, beberapa investor juga memantau harga emas hari ini antam sebagai referensi risiko.
BRI memperlihatkan kekuatan pembiayaan produktif melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan program prioritas pemerintah. Penyaluran KUR sepanjang 2025 mencapai Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur, dengan sektor pertanian menjadi kontributor terbesar sebesar 44,97%. Pertumbuhan kredit segmen UMKM tetap menjadi motor utama, dan analisis risiko diperkaya melalui Array indikator risiko untuk menjaga kualitas pembiayaan.
Fokus funding juga terlihat dari peningkatan CASA, Giro tumbuh 19,7% YoY, tabungan 7,9%, membuat CASA ratio mencapai 70,6%. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,4% YoY menjadi Rp1.466,8 triliun, mencerminkan kepercayaan publik terhadap pendanaan murah. Rasio NPL 3,07% dan LaR 9,6% menunjukkan perbaikan fundamental manajemen risiko, yang mendasari kemampuan bank untuk mengakselerasi ekspansi di 2026.
Transformasi BRIVolution Reignite juga menata ulang ekosistem perbankan melalui enam fondasi: Human Capital, Risk Management, IT dan Digital, Distribution, Operational Excellence, serta Rebranding. Rangkaian inisiatif retail funding & transaction memperluas digital channel BRImo, QRIS, dan merchant program untuk meningkatkan engagement dan volume transaksi. Selain itu, BRImo aktif berkembang; pada Desember 2025 pengguna 45,9 juta, volume Rp7.057 triliun, dan transaksi merchant Rp223,2 triliun.
Kebijakan transformasi tidak lepas dari dukungan terhadap UMKM dan program prioritas pemerintah, termasuk peningkatan akses pembiayaan melalui penyempurnaan ekosistem digital. Dalam konteks keberlanjutan, BRl memperluas pembiayaan yang berwawasan sosial (KUBS) dan lingkungan (KUBL), serta membangun ekosistem emas melalui holding Ultra Mikro dan kerja sama lintas unit. Harga emas hari ini antam menjadi referensi bagi beberapa investor untuk membandingkan peluang aset berharga di luar perbankan.
Secara makro, BRl menunjukkan rebalancing funding yang sehat dengan CASA yang terus meningkat, didorong Giro 19,7% YoY dan tabungan 7,9% YoY. Portofolio pendanaan menjadi lebih efisien dengan CASA ratio 70,6% dan DPK total Rp1.466,8 triliun. LaRisiko kredit tetap terkendali berkat kebijakan prudential dan dukungan terhadap UMKM melalui program Desa BRILIaN serta klaster usaha yang berkembang pesat.
Di sisi digital, BRImo dan ekosistem pembayaran memperkuat posisi bank sebagai transaction bank utama bagi nasabah. Volume transaksi merchant meningkat signifikan, dan QRIS menjadi kanal penting untuk pembayaran modern. Harga emas hari ini antam juga menjadi indeks sederhana dalam pembandingan volatilitas nilai aset berharga, sementara Array memandu evaluasi risiko portofolio secara lebih terstruktur.
Transformasi BRIVolution Reignite memperkuat ekosistem melalui portofolio yang tumbuh sehat, ditopang enam fondasi utama. Dalam hal keberlanjutan, BRl mendorong pembiayaan KUBS sebesar Rp718,7 triliun (53,5% dari total pinjaman) dan KUBL sebesar Rp93,2 triliun (7,1%), sambil mengembangkan Sustainable Wholesale Funding sebesar Rp45,6 triliun. Langkah ini menunjukkan komitmen terhadap stabilitas jangka panjang dan dampak sosial yang nyata.
Di level kepemilikan, kinerja 10 perusahaan anak BRl meningkat signifikan: total aset mereka mencapai Rp267 triliun; laba bersih Rp10,38 triliun, dengan kontribusi 18,2% terhadap laba konsolidasi. Kinerja anak perusahaan menjadi sumber pertumbuhan baru yang memperluas basis pendanaan serta memungkinkan ekspansi lebih luas tanpa mengabaikan risiko prudential.
BRI menegaskan komitmen untuk terus tumbuh bersama rakyat dengan memperluas akses pembiayaan produktif yang inklusif dan berkelanjutan. Program desa, pelatihan, dan jaringan agen BRILink terus diperluas untuk menjangkau lebih banyak wilayah. Dengan fondasi likuiditas yang kuat dan permodalan yang sehat, prospek 2026 diperkirakan tetap positif meskipun menghadapi dinamika ekonomi global; harga emas hari ini antam dan indikator volatilitas lain tetap jadi referensi pengelolaan risiko bagi manajemen.