Rencana dividen jumbo BRI mengguncang pasar karena tetap bank BUMN terbesar menyiapkan pembagian dividen besar meskipun laba bersih 2025 menurun. Menurut Cetro Trading Insight, langkah ini mencerminkan keunggulan posisi modal BRI yang menjadi fondasi bagi ekspansi jangka panjang. CAR yang mencapai 23,52 persen menjadi sinyal positif bagi pemegang saham.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa CAR 23,52 persen berada di atas batas minimum yang dipersyaratkan regulator. Ia menekankan bahwa rencana pembayaran dividen mempertimbangkan struktur permodalan serta rencana pertumbuhan untuk menjaga kelangsungan bisnis. Dengan kondisi tersebut, ruang bagi dividend payout ratio yang lebih tinggi sejak awal sejarah telah memungkinkan.
BRI menegaskan pembayaran dividen tidak akan mengorbankan rencana ekspansi atau pembiayaan kredit. Pihak manajemen menilai bahwa pemberian dividen bisa meningkatkan value bagi pemegang saham sambil tetap menjaga kualitas modal. Laba bersih 2025 turun 5,5 persen dibanding 2024 belum mengubah arah kebijakan peningkatan DPR.
Laba bersih BRI pada 2025 tercatat Rp57,13 triliun, turun 5,5 persen dibanding 2024. Meski angka laba turun, kinerja operasional menunjukkan daya tahan bank di sektor perbankan nasional. Investor perlu menilai bagaimana faktor modal dan yield dividen bisa menarik bagi pembiayaan jangka panjang.
Rasio DPR berada di atas 80 persen dalam empat tahun terakhir dari 2021 hingga 2024: 85 persen pada 2021 dan 2022, 80 persen pada 2023, dan 87 persen pada 2024. Tren ini menunjukkan komitmen untuk membagikan laba kepada pemegang saham secara konsisten. Pihak manajemen menegaskan kebijakan ini bisa memberi dukungan bagi ROE meski ada penurunan laba.
Dividen interim sebesar Rp137 per saham telah dibagikan pada Januari 2026. Jika DPR dipertahankan seperti tahun sebelumnya, total dividen yang dibagikan akan mencapai Rp327 per saham, dengan dividen final Rp190 per saham. Langkah ini menegaskan komitmen BRI untuk memberikan hasil bagi pemegang saham sambil menjaga kinerja keuangan.
Langkah ini berpotensi meningkatkan minat investor terhadap saham BBRI karena aliran dividen yang lebih besar dan potensi peningkatan ROE. Investor domestik maupun asing bisa melihat prospek nilai tambah jangka menengah dari bank pelat merah ini. Cetro Trading Insight menilai peluang ini layak diamati sebagai bagian dari strategi investasi berbasis fundamental.
Namun ada risiko yang perlu diperhatikan, termasuk volatilitas laba, dinamika kredit, serta perubahan kebijakan perbankan nasional. Pertumbuhan kredit dan biaya modal menjadi faktor yang bisa menguji kelangsungan pembayaran dividen di masa depan. Oleh karena itu, evaluasi risiko perlu dilakukan secara berkala.
Kebijakan DPR yang lebih tinggi bisa mendorong valuasi jangka panjang, tetapi target harga perlu ditinjau ulang secara berkala. Investor disarankan menyusun rencana manajemen risiko dan diversifikasi portofolio untuk menjaga keseimbangan antara imbal hasil dan risiko. Cetro Trading Insight merekomendasikan pendekatan disiplin dalam investasi pada saham bank yang memiliki modal kuat.