USD/CAD stabil di sekitar 1.3640 pada jam Asia, mencerminkan campuran sentimen dolar AS dan dinamika minyak. Dolar mencoba menjaga footingnya sementara investor menimbang data inflasi AS yang akan dirilis nanti. CAD yang terkait komoditas berpotensi menguat karena lonjakan harga minyak, mengingat Kanada adalah pengekspor minyak utama ke Amerika Serikat.
Lonjakan harga minyak sebelumnya mencapai lebih dari 9% dalam sesi sebelumnya menunjukkan volatilitas pasar yang tinggi. Penutupan efektif Selat Hormuz dan eskalasi ketegangan AS-Israel-Iran menambah risiko gangguan pasokan minyak global. Menurut IEA, gangguan ini bisa menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah pasar minyak.
Di sisi kebijakan, arah USD/CAD juga dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve. Banyak pelaku pasar memperkirakan Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya, sehingga beban dolar bisa tetap terbatas. Menurut Cetro Trading Insight, investor juga akan memantau rilis PCE Januari serta revisi pertumbuhan PDB Q4 AS dan data kepercayaan konsumen untuk pandangan arah selanjutnya.
WTI memang turun sedikit dari lonjakannya lebih dari 9% sebelumnya, tetapi masih diperdagangkan mendekati level $95 per barel saat ini. Kenaikan harga minyak memberi dukungan langsung pada CAD karena Kanada adalah eksportir minyak terbesar ke AS. Dengan demikian, pergerakan CAD sering kali berkaitan erat dengan arah minyak mentah.
Penutupan Hormuz secara efektif menambah risiko pasokan global, sehingga pasar minyak tetap bergejolak. Keterpaparan CAD terhadap minyak membuat mata uang komoditas menjadi lebih sensitif terhadap dinamika geopolitik di wilayah teluk. Skenario ini cenderung mempertahankan tekanan pada pasangan USD/CAD jika minyak terus menguat.
Namun, arah akhir USD/CAD juga dipandu ekspektasi kebijakan moneter AS. Jika minyak tetap menguat tanpa memperburuk risiko ekonomi, CAD bisa menjaga kekuatannya. Investor juga memonitor bagaimana pergerakan minyak mempengaruhi perhitungan inflasi dan keputusan suku bunga dari bank sentral.
PCE Januari, ukuran inflasi yang paling disukai Fed, akan dirilis nanti hari ini. Peningkatan atau perlambatan angka inflasi bisa mengubah sikap pasar terhadap peluang kenaikan atau penahan suku bunga. Data ini diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah dolar AS.
Meskipun angka PCE belum mencerminkan dampak langsung dari konflik Iran, para pelaku pasar tetap menilai bagaimana dinamika perdagangan dan energi mempengaruhi biaya hidup. Sinyal dari laporan inflasi ini dapat menambah volatilitas jangka pendek pada USD/CAD. Pasar juga akan menimbang dampak potensi perubahan kebijakan fiskal dan perdagangan di kuartal mendatang.
Pasar juga menunggu rilis revisi tingkat pertumbuhan PDB Q4 AS serta pembacaan kepercayaan konsumen bulan Maret. Pembacaan yang lebih kuat dari keduanya bisa menahan peluang dolar turun, sedangkan data yang lemah bisa memicu penyesuaian risiko. Arah mata uang utama akan sangat responsif terhadap pergeseran ekspektasi kebijakan dan prospek ekonomi AS.