
Di tengah dinamika pasar dan kebutuhan modal kerja perusahaan manufaktur berencana melakukan ekspansi, CBUT mengumumkan langkah strategis dengan fasilitas kredit jumbo. Perjanjian ini ditandatangani pada 10 Juni 2026 antara PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) dan Bank BRI untuk memastikan likuiditas yang lebih kuat. Langkah ini dipandang sebagai fondasi stabil bagi operasional jangka menengah dan memudahkan perusahaan untuk menjalankan program transformasi bisnis.
Fasilitas ini memiliki plafon sebesar Rp8,9 triliun dengan masa pinjaman 24 bulan sejak tanggal penandatanganan. Tujuan utamanya adalah mendukung kebutuhan modal kerja serta operasional perseroan agar produksi berjalan lancar. Manajemen menegaskan bahwa dukungan keuangan ini tidak membawa dampak negatif material terhadap kegiatan operasional, hukum, atau kelangsungan usaha.
Selain meningkatkan likuiditas, langkah pendanaan ini juga diselaraskan dengan rencana CBUT untuk memanfaatkan kinerja pasar minyak nabati secara berkelanjutan. Perjanjian tersebut menambah ruang bagi CBUT untuk mengejar program integrasi produksi dan peningkatan efisiensi biaya. Menurut Cetro Trading Insight, fasilitas kredit ini merupakan sinyal positif terhadap komitmen perusahaan menjaga arus kas dalam menghadapi dinamika harga komoditas.
Salah satu pendorong utama ekspansi adalah rencana pencampuran 50 persen CPO ke biodiesel (B50), yang diproyeksikan meningkatkan permintaan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel. Peningkatan permintaan ini diprediksi akan menyasar RDPO, Stearin, dan Olein, sehingga mendorong volume penjualan CBUT. Program ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk meningkatkan utilisasi fasilitas produksi sambil mengoptimalkan nilai tambah produk.
Salah satu tonggak operasional kunci adalah rampungnya pabrik Refinery & Fractionation II dengan kapasitas 1.500 TPD pada Juli 2026. Pabrik baru ini akan melengkapi kapasitas existing CBUT yang saat ini mencapai 2.500 TPD untuk refinery, Kernel Crushing Plant 600 TPD, dan Molding & Filling Plant 200 TPD. Dengan peningkatan kapasitas, CBUT berharap mampu memenuhi permintaan yang meningkat seiring pertumbuhan pasar biodiesel.
Keberadaan fasilitas baru diharapkan memperbaiki efisiensi operasional, menurunkan biaya per unit, dan memperkuat kemampuan CBUT untuk memenuhi pesanan pelanggan pada skala yang lebih besar. Peningkatan kapasitas juga diharapkan mendorong arus kas yang lebih stabil dan memperpanjang masa manfaat aset produksi. Secara keseluruhan, langkah ini konsisten dengan strategi diversifikasi produk perusahaan.
Secara finansial, ekspansi kapasitas berpotensi memperkuat prospek pendapatan CBUT, terutama jika permintaan CPO dan biodiesel tetap kuat serta fwd integrasi rantai pasok berjalan mulus. Namun, kendala biaya operasional, fluktuasi harga CPO, dan biaya implementasi proyek bisa menekan keuntungan jangka pendek. CBUT berharap peningkatan kapasitas akan meningkatkan margin seiring peningkatan efisiensi.
Meski prospeknya menjanjikan, proyek besar seperti Refinery & Fractionation II membawa risiko terkait waktu penyelesaian dan biaya aktual yang bisa berbeda dari proyeksi. Manajemen menegaskan komitmen untuk menjaga tata kelola kehati-hatian dan monitor kinerja finansial secara berkala. Investor perlu memperhatikan perkembangan realisasi proyek dan dinamika harga komoditas untuk menilai kesinambungan profitabilitas.
Analisis eksternal dari Cetro Trading Insight menilai bahwa CBUT memiliki peluang positif jika implementasi berjalan sesuai rencana dan harga CPO tidak menghalangi biaya produksi. Namun, sinyal investasi akan lebih kuat jika perusahaan dapat menunjukkan progres operasional, kontrol biaya, dan kemampuan menjaga arus kas yang sehat. Secara keseluruhan, rekomendasi kami adalah memantau perkembangan proyek, rencana produksi, dan respons pasar terhadap program biodiesel.