CDIA 2025: Laba Bersih USD127,8 Juta Didukung Logistik, Energi, dan Aset Strategis

CDIA 2025: Laba Bersih USD127,8 Juta Didukung Logistik, Energi, dan Aset Strategis

trading sekarang

CDIA melampaui ekspektasi pasar dengan mencetak laba bersih USD127,8 juta pada 2025, setara Rp2,17 triliun menurut kurs Rp17.000 per USD. Angka ini mengindikasikan lonjakan yang impresif dibandingkan tahun sebelumnya, saat laba bersih USD33,5 juta. Transformasi model bisnis perseroan semakin terfokus pada logistik, energi, dan operasional terpadu yang mendasari pertumbuhan berkelanjutan.

Pendapatan CDIA mencapai USD148 juta pada 2025, meningkat 44,8 persen dari periode sebelumnya USD102,3 juta. EBITDA juga melonjak menjadi USD118,8 juta, tumbuh 288 persen dari USD30,6 juta. Kinerja lebih kuat dipicu efisiensi biaya dan peningkatan volume di segmen inti perusahaan.

Segmen logistik menjadi penggerak utama, mencatat pertumbuhan 551 persen menjadi USD36,6 juta. Peningkatan kinerja didukung penambahan kapal baru serta ekspansi layanan logistik darat dan pergudangan. Selain logistik, kontribusi segmen energi dan kepelabuhanan serta penyimpanan masing-masing mencapai USD105,8 juta dan USD5,6 juta pada 2025, memperlihatkan keseimbangan portofolio.

Kontributor terbesar kinerja CDIA adalah segmen logistik, yang mencatat pertumbuhan signifikan berkat kapasitas kapal dan layanan darat. Kenaikan 551 persen menjadi USD36,6 juta tercermin dari ekspansi armada, pemasangan fasilitas baru, serta peningkatan layanan cold chain. Di samping itu, perseroan memperluas kapasitas lewat tambahkan 50 truk dan investasi pada logistik darat serta pergudangan untuk menjangkau pelanggan lebih luas.

Segmen energi menunjukkan momentum positif dengan peningkatan kapasitas pembangkit menjadi 11 MWp. Sementara itu, kepelabuhanan dan penyimpanan berkontribusi USD5,6 juta, menambah profil operasional perseroan di sektor infrastruktur berat. Kinerja maritim juga didukung rencana pembangunan dua kapal kimia berkapasitas 9.000 DWT serta peningkatan kepemilikan pada entitas CSI dan MIM hingga 99,99 persen.

Perseroan juga mengakuisisi aset gudang dan lahan di Cilegon serta membangun tiga tangki bitumen dengan total kapasitas 12.000 m³. Proyek tangki penyimpanan dan pipa etilena didanai dari dana hasil IPO, merefleksikan strategi pendanaan internal untuk memperkuat kapasitas penyimpanan. Rangkaian langkah ini memperlihatkan arah CDIA menuju pertumbuhan berkelanjutan melalui sinergi logistik, energi, dan kepelabuhanan.

Aset, Investasi, dan Strategi

Aset total perseroan meningkat menjadi USD1,74 miliar pada 31 Desember 2025, naik 61,4 persen year-on-year. Liabilitas juga meningkat menjadi USD607,9 juta, naik 85,1 persen, sementara ekuitas naik 51 persen menjadi USD1,13 miliar. Perubahan komposisi neraca mencerminkan investasi berkelanjutan dan akuisisi aset strategis.

CDIA menegaskan penggunaan dana hasil IPO untuk memperkuat infrastruktur penyimpanan dan jaringan pipa etilena, termasuk akuisisi aset gudang, lahan, dan fasilitas industri terkait. Proyek tiga tangki bitumen kapasitas 12.000 m³, tangki penyimpanan dan pipa etilena, serta dua kapal kimia adalah bagian dari agenda ekspansi yang didorong oleh likuiditas dari IPO. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen CDIA terhadap pertumbuhan kapasitas melalui investasi infrastruktur.

Dalam garis besar, laporan keuangan 2025 menunjukkan fundamentals yang kuat untuk CDIA meskipun ada peningkatan leverage. Analisis fundamental oleh Cetro Trading Insight mengindikasikan potensi pertumbuhan berkelanjutan di sektor logistik, energi, dan kepelabuhanan, meskipun tidak ada sinyal perdagangan spesifik karena isu harga belum tersedia. Pasar disarankan untuk memantau pergerakan harga dan proyeksi arus kas perusahaan sebagai indikator utama.

broker terbaik indonesia