Di tengah gejolak pasar, CDIA mengumumkan buyback saham senilai Rp1 triliun. Langkah berani ini menjadi sorotan karena potensi meningkatkan nilai pemegang saham dan memperkuat kepercayaan investor. Dalam laporan eksklusif, Cetro Trading Insight menilai langkah ini sebagai sinyal positif terhadap fundamental perusahaan meskipun volatilitas pasar tetap tinggi.
Periode pembelian buyback ditetapkan mulai 6 Februari hingga 5 Mei 2026, dengan harga yang dianggap wajar sesuai ketentuan perundang-undangan. Dana pembelian berasal dari kas internal CDIA dan dilakukan secara bertahap, termasuk biaya transaksi dan komisi broker. Proses pelaksanaan juga menekankan kepatuhan terhadap regulasi dan transparansi.
Manajemen menegaskan bahwa buyback tidak mengurangi pendapatan operasional maupun berdampak negatif pada kegiatan usaha. Tujuan utamanya adalah meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan menjaga kepercayaan publik, sambil menyesuaikan kinerja saham dengan kondisi fundamental perseroan.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Harga penutupan CDIA | Rp1.095 |
| Nilai buyback | Rp1 triliun |
| Periode pembelian | 6 Feb - 5 Mei 2026 |
Seusai pengumuman, respons pasar terlihat jelas. Hingga Kamis, 5 Februari 2026, saham CDIA ditutup menguat 1,85% di Rp1.095, dengan volume transaksi sekitar Rp77,60 miliar. Hal ini memperlihatkan minat investor terhadap buyback sebagai katalis jangka menengah.
Dalam pekan terakhir, saham CDIA menunjukkan tren bearish dengan penurunan sekitar 10,93%, sedangkan kinerja bulanan mencapai penurunan 35,29%. Meski demikian, kebijakan buyback dipandang sebagai potensi untuk menahan tekanan harga dan mendukung pemulihan di masa depan. Analisis teknikal menunjukkan peningkatan aktivitas perdagangan menjelang periode buyback, meski tren jangka pendek belum konfirmasi.
Secara keseluruhan, langkah buyback dipandang positif bagi pemegang saham dan publik pasar. Karena pembiayaan berasal dari kas internal dan tidak mengubah arus kas operasi, dampak jangka panjang terhadap pendapatan diharapkan minimal. Investor disarankan mengevaluasi valuasi CDIA dan prospek fundamentalnya sebagai bagian dari strategi investasi jangka menengah.