Chandra Asri Ekspansi Singapura via Aster: Dorong Hilirisasi Nasional dan Diversifikasi Aset Energi-Kimia

Chandra Asri Ekspansi Singapura via Aster: Dorong Hilirisasi Nasional dan Diversifikasi Aset Energi-Kimia

trading sekarang

Chandra Asri Pacific Tbk, atau TPIA, mengumumkan langkah transformasi lewat ekspansi regional ke Singapura melalui Aster Chemicals and Energy Pte Ltd, entitas yang mengelola aset energi dan kimia di Negeri Singa. Ekspansi ini memberi perusahaan akses ke pasar energi dan kimia yang lebih matang dan stabil. Aset yang ditempuh meliputi pengelolaan kilang, ethylene cracker, aset kimia hilir, hingga jaringan ritel bahan bakar.

Miftahul Khae dari Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai langkah ini sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi regional dan mendukung agenda hilirisasi nasional. Ia menegaskan bahwa akuisisi aset energi di Singapura serta fasilitas petrokimia baru mencerminkan komitmen TPIA terhadap ekspansi berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara aset regional dan kapasitas domestik bisa mengurangi ketergantungan impor dan menambah nilai bagi industri dalam negeri.

Analisis ini didorong oleh pandangan bahwa kehadiran aset di wilayah regional memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok dan nilai industri di tingkat kawasan. Dengan jaringan operasional yang lebih luas, TPIA dapat menyinergikan produksi domestik dengan akses pasar regional, sehingga logistik dan biaya produksi berpotensi lebih efisien. Ekspansi ini juga dipandang membuka peluang kolaborasi lintas entitas yang meningkatkan daya saing produk kimia Indonesia.

Analisis pasar menilai ekspansi ini memberi TPIA akses ke pasar yang lebih stabil dan meningkatkan kapasitasnya untuk mengelola volatilitas harga energi. Diversifikasi geografis dipandang sebagai pilar penting di tengah siklus industri petrokimia yang rentan fluktuasi harga. Kondisi ini diperkirakan akan memperkuat fondasi pendapatan jangka panjang perusahaan.

Rencana buyback saham disebut-sebut sebagai sinyal positif bagi kinerja TPIA, meski belum ada konfirmasi eksekusinya. Para analis menekankan bahwa potensi sinergi aset, efisiensi operasional, dan penguatan posisi hilirisasi menjadi faktor utama pendukung prospek saham. Kebijakan tersebut bisa meningkatkan kepercayaan investor apabila dieksekusi sesuai rencana.

Secara nasional, langkah ini dinilai bisa menjadi katalis untuk memperkuat struktur industri kimia dan energi domestik. Dukungan terhadap substitusi impor dapat mengurangi biaya bahan baku untuk industri hilir. Integrasi rantai pasok energi dan kimia dalam negeri diperkirakan memberi daya dorong bagi ekonomi manufaktur nasional.

Implementasi strategi tersebut ditandai oleh rencana pembangunan pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride CA-EDC di Cilegon. Fasilitas ini direncanakan memiliki kapasitas produksi 400.000 ton per tahun untuk soda kaustik padat atau 827.000 ton dalam bentuk cair, serta 500.000 ton per tahun Ethylene Dichloride (EDC). Kehadiran CA-EDC diharapkan menjadi tulang punggung pasokan kimia hilir yang selama ini tergantung impor.

Proyek CA-EDC juga diperkirakan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja pada masa konstruksi dan sekitar 250 pekerja ketika operasi berjalan. Investasi ini diproyeksikan meningkatkan lapangan kerja serta peluang industri terkait. Dengan fasilitas baru, posisi Indonesia sebagai pemasok bahan baku kimia di region bisa makin kuat.

Dampak ekonomi juga terlihat dari proyeksi peningkatan devisa melalui ekspor EDC dan pengurangan impor chlor alkali hingga Rp4,9 triliun per tahun. Kombinasi ekspansi regional, hilirisasi, dan restrukturisasi aset antar entitas dipandang sebagai langkah yang menambah nilai bagi pendapatan dan pasar TPIA. Analisis pasar, termasuk pandangan Cetro Trading Insight, menekankan potensi positif bagi kinerja perusahaan jangka menengah.

broker terbaik indonesia