Laporan dari Danske Research Team menegaskan China akan mempertahankan pola dua kecepatan: permintaan domestik tetap lemah, tetapi ekspor dan sektor teknologi tetap kuat. Permintaan global menjadi kunci pembatas pertumbuhan dalam konteks internal yang masih menahan konsumsi rumah tangga. Kondisi ini mendorong analisis kebijakan yang menyeimbangkan dukungan bagi industri dan konsumsi, dengan fokus pada kestabilan jangka panjang.
Pertumbuhan diproyeksikan mencapai 5% pada 2025, dengan pelambatan menjadi 4.8% pada 2026 dan 4.7% pada 2027, sesuai proyeksi Desember yang direvisi. Komposisi pertumbuhan di 2026 diperkirakan tetap didorong oleh ekspor dan teknologi meski konsumsi domestik masih lesu. Perubahan struktur ini menuntut kebijakan yang mendorong inovasi sambil menjaga daya beli rumah tangga.
Overkapasitas industri diperkirakan akan berlanjut meski tekanan deflasi mulai mereda. Pasokan barang lebih cepat berkembang dibandingkan permintaan, membatasi laju inflasi secara luas. Dalam konteks kebijakan, stabilisasi pasar properti dan upaya pendalaman pasar keuangan menjadi faktor penting yang perlu ditangani secara berkelanjutan.
Ekspor China diperkirakan tetap menjadi motor utama pertumbuhan, didukung oleh permintaan global yang relatif stabil dan kemampuan manufaktur yang kompetitif. Sektor teknologi juga memainkan peran krusial, mendorong inovasi dan peningkatan nilai tambah. Hal ini membantu menjaga dinamika pertumbuhan meski pasar domestik melambat.
Overkapasitas industri diperkirakan tidak segera surut, sehingga tekanan harga dan kebutuhan restrukturisasi tetap relevan. Deflasi relatif telah mereda, tetapi risiko terhadap harga dan biaya produksi masih ada. Kebijakan fiskal dan industri yang terarah diperlukan untuk menormalisasi keseimbangan antara pasokan dan permintaan.
Dalam rencana Lima Tahun baru, fokusnya adalah memperkuat teknologi dan menggenjot permintaan konsumen. Kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada investasi properti yang berlebih. Stabilitas sektor rumah tetap menjadi target penting yang akan membutuhkan waktu dan dukungan kebijakan yang konsisten.
Pembahasan kebijakan menunjukkan China akan menyeimbangkan dua pilar utama: teknologi dan konsumsi. Rencana Lima Tahun menekankan inovasi sebagai motor pertumbuhan sekaligus upaya untuk meningkatkan daya beli rumah tangga. Secara umum, laju pertumbuhan diperkirakan berada di kisaran 4.7-5% dengan dukungan ekspor dan kemajuan teknologi.
Investor perlu memantau dinamika sektor ekspor yang terpengaruh faktor global dan fluktuasi nilai tukar. Arah kebijakan akan mempengaruhi investasi industri, terutama di sektor teknologi dan manufaktur berteknologi tinggi. Kontribusi kebijakan terhadap pasar properti akan menentukan stabilitas jangka menengah.
Untuk menjaga kestabilan saat ini dan masa depan, kebijakan yang jelas dan konsisten diperlukan, terutama dalam menjaga kepercayaan pasar properti secara bertahap. Konten ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca yang mencari pandangan makro yang mudah dipahami namun tetap akurat.