CNMA Bagikan Saham Treasuri Hasil Buyback dengan Rasio 50:1; RUPS 6 April 2026

CNMA Bagikan Saham Treasuri Hasil Buyback dengan Rasio 50:1; RUPS 6 April 2026

trading sekarang

CNMA menegaskan komitmen kuat untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham melalui pembagian saham treasuri hasil buyback. Hingga 31 Januari 2026, perusahaan telah mengumpulkan 1.698.015.400 saham treasuri, setara 2,03 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan. Saham treasuri ini merupakan bagian dari program buyback yang dimulai pada 24 Maret 2025, dan langkah ini dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan likuiditas serta keterlibatan pemegang saham. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

Pembagian saham treasuri akan dilakukan secara proporsional kepada seluruh pemegang saham CNMA. Rasio pembagian ditetapkan 50:1, artinya setiap pemegang 50 saham CNMA berhak menerima satu saham treasuri. Nilai saham treasuri identik dengan saham biasa, sehingga hak kepemilikan tidak berubah.

Apabila terdapat sisa dari pelaksanaan distribusi, maka sisa tersebut akan dijual, baik di BEI maupun di luar BEI sesuai POJK 29/2/2023. Pembagian akan dilakukan dengan pembulatan ke bawah, dan perseroan tidak akan membagikan saham kepada pemegang yang memiliki kurang dari 50 saham.

Rasio 50:1 diterapkan secara tegas untuk memastikan distribusi yang adil. Distribusi dilakukan secara pro rata kepada seluruh pemegang saham CNMA. Pembulatan ke bawah diterapkan untuk jumlah saham yang diterima setiap pemegang.

Jadwal pelaksanaan mencakup Rapat Umum Pemegang Saham CNMA yang dijadwalkan pada 6 April 2026. Jika disetujui, cum date di pasar reguler dan negosiasi diperkirakan 14 April 2026, dengan distribusi saham treasuri dijadwalkan pada 6 Mei 2026.

Contoh dampak terhadap kepemilikan: Harkatjaya Bumipersada sebagai pemegang utama akan memperoleh 900 juta saham tambahan, meningkatkan kepemilikannya dari 53,99 persen menjadi 55,07 persen. Pemegang saham publik juga akan menerima saham tambahan dari 6,64 miliar saham menjadi 6,77 miliar saham, sehingga porsi free float naik dari 7,96 persen menjadi 8,12 persen.

Pembagian saham treasuri ini mirip dengan dividen dalam hal manfaat bagi pemegang, namun tidak menambah modal ditempatkan dan disetor karena saham tersebut adalah hasil buyback, bukan saham baru. Sehingga mekanisme ini tidak mengubah total modal yang ditempatkan perseroan.

Analisa sinyal trading berpedoman pada konteks fundamental aksi korporasi ini. Secara teknikal, tindakan pembagian saham treasuri tidak memberikan sinyal beli atau jual secara langsung. Fokus utama bagi investor adalah dampak likuiditas dan perubahan komposisi kepemilikan serta bagaimana reaksi pasar terhadap cum date dan tanggal distribusi.

Investor disarankan memantau konfirmasi RUPS, status cum date, serta respons harga CNMA di pasar untuk mengambil keputusan investasi. Laporan ini menyajikan gambaran strategis dari Cetro Trading Insight untuk membantu pemahaman publik terkait langkah perusahaan.

broker terbaik indonesia