COCO Lanjutkan Rights Issue III untuk Ekspansi dan Akuisisi

COCO Lanjutkan Rights Issue III untuk Ekspansi dan Akuisisi

trading sekarang

Menurut Cetro Trading Insight, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) mengumumkan rencana berlanjutnya rights issue jilid III sebagai bagian dari strategi korporasi. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk memperkuat fondasi keuangan menuju ekspansi usaha. Analisis kami menyoroti potensi dampak positif terhadap skala operasional dan kemampuan perseroan dalam menghadapi persaingan di industri kakao.

Perseroan akan menerbitkan sebanyak 10.678.365.882 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk akuisisi dan belanja modal guna memperluas portofolio dan meningkatkan kapasitas produksi. Manajemen menargetkan peningkatan skala bisnis yang pada gilirannya diharapkan mendongkrak kinerja keuangan perseroan.

Rencana ini diungkap dalam prospektus yang dirilis pada 11 Maret 2026. Selain HMETD, perseroan juga menginisiasi penerbitan waran yang akan menyertai saham hasil pelaksanaan PMHMETD III. Rencana penerbitan waran ini mengikuti ketentuan yang diatur POJK No 32/POJK.04/2015 mengenai HMETD. Perseroan menjadwalkan persetujuan RUPSLB pada 17 April 2026 untuk langkah korporasi tingkat lanjut.

Rincian HMETD IIINilai/Detail
Saham baru10.678.365.882 saham
Nilai nominalRp100 per saham
WaranDisertakan, maksimal 35% dari saham ditempatkan

Ketentuan HMETD diatur sesuai dengan POJK No 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal dengan HMETD. Pelaksanaan rights issue mengikuti persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB dan tata cara yang diatur otoritas pasar modal. Dalam pelaksanaan, COCO berupaya menjaga kelangsungan pendanaan sambil menjaga kepentingan pemegang saham.

Waran yang diterbitkan bersama dengan PMHMETD III akan menjadi bagian dari opsi bagi investor untuk mengambil saham tambahan di masa mendatang. Struktur wartan dirancang agar sejalan dengan tujuan ekspansi perusahaan serta memperkuat likuiditas bagi para pemegang saham.

Jumlah total waran yang diterbitkan bersama dengan waran yang telah beredar akan maksimal 35% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh, sebagaimana diatur Pasal 6 POJK No 32/POJK.04/2015. Ketentuan ini membatasi ukuran implementasi HMETD untuk menghindari dilusi berlebih bagi pemegang saham.

RUPSLB untuk persetujuan aksi korporasi dijadwalkan pada 17 April 2026, dan menjadi momen kunci bagi calon pemegang saham dalam menilai manfaat ekspansi terhadap nilai jangka panjang. Ketentuan dan kebijakan yang berlaku di bursa akan mengawasi setiap langkah pelaksanaan HMETD demi menjaga kepatuhan pasar. Investor disarankan memantau pengumuman resmi perseroan untuk detail terkait hak memesan efek terlebih dahulu.

Sebelumnya, COCO telah melaksanakan rights issue tahap II dengan nilai sekitar Rp267 miliar untuk kebutuhan pembiayaan yang serupa. Aksi II ini mencerminkan upaya perseroan menambah kapasitas pendanaan guna pertumbuhan. Dengan adanya rights issue III, investor dapat mempertimbangkan potensi dilusi jangka menengah jika aksi korporasi sukses, namun potensi peningkatan kapasitas produksi dan portofolio bisa memberikan keuntungan jangka panjang.

Secara keseluruhan, langkah ini mencerminkan strategi COCO dalam memperluas usaha kakao melalui pembiayaan internal. Dari sisi investor, peluang jangka panjang tergantung pada kemampuan perseroan mengakselerasi ekspansi dan mengoptimalkan biaya modal. Cetro Trading Insight menilai potensi konsekuensi keuangan positif asal eksekusi berjalan selaras dengan proyeksi, sambil menjaga risiko sesuai rasio risk-reward minimal 1:1.5.

broker terbaik indonesia