Menurut TD Securities Global Strategy Team, CPI AS menjadi peristiwa utama yang akan menggerakkan pasar. Core inflasi diperkirakan naik 0.27 persen secara bulanan dan headline CPI diperkirakan melonjak 0.90 persen mosi karena transfer harga minyak. Pasar diperkirakan akan melewati kelemahan sementara, namun angka yang lebih kuat dapat memperkuat kekhawatiran inflasi dan membentuk ekspektasi terhadap dolar AS.
Analisis menunjukkan core inflasi yang lebih cepat ini sebagian didorong momentum harga barang akibat dampak tarif impor yang masih terasa. Inflasi layanan diperkirakan tetap stabil berkat rebound untuk harga tempat tinggal. Fokus utama tetap pada bukti bahwa lonjakan tajam harga energi bisa menular ke inti inflasi pada bulan Maret.
Kami memperkirakan headline CPI naik 0.90 persen m/m, dengan komponen energi menjelaskan sebagian besar lonjakan. Inflasi pangan diperkirakan melambat ke 0.17 persen m/m. Risiko terhadap proyeksi nampak condong ke sisi atas dibandingkan estimasi inti CPI yang kami miliki.
Dari sudut pandang pasar, para pelaku mungkin menilai data ini sebagai penyesuaian sementara dan mencoba melihat melemahnya pasar sebagai bagian dari proses, sambil mempertimbangkan bahwa angka inflasi yang lebih tinggi dapat memperkuat tekanan dan membentuk ekspektasi terhadap dolar AS. PCE dan CPI membentuk narasi yang sama mengenai arah dolar di masa depan.
Tarif dan transfer harga energi tetap menjadi pendorong utama, sehingga lonjakan pada komponen energi headline CPI dapat sebagian menutupi tekanan inti inflasi. Kondisi ini mengundang volatilitas di pasar mata uang, karena trader menimbang reaksi kebijakan moneter dan ekspektasi suku bunga.
Data CPI pada bulan Februari dinilai relatif usang karena mencerminkan kondisi pra konflik tertentu; banyak analis menilai revisi ke data berikutnya yang bisa mengubah sudut pandang terhadap inflasi inti. Pasar akan memantau tanda tanda bahwa tekanan biaya terhadap barang dan jasa berlanjut atau menurun di bulan bulan mendatang.
Untuk trader, fokus utama adalah rilis data CPI dan bagaimana dinamika energi mempengaruhi pergerakan dolar. Meskipun ini bersifat analisa fundamental, respons teknikal bisa muncul setelah angka dirilis sehingga manajemen risiko tetap penting. Cetro Trading Insight menekankan kebutuhan untuk meninjau data rilis, volatilitas pasar, serta indikator likuiditas sebelum membuka posisi.
Rekomendasi praktis meliputi memantau momentum inflasi inti, keluaran PCE, dan spekulasi kebijakan bank sentral. Jaga ukuran posisi, batasi eksposur risiko, dan siapkan rencana keluar jika volatilitas meningkat. Poin utama adalah menghindari overtrade ketika data inflasi masih volatil.
Dengan asumsi dolar berpotensi menguat jika CPI lebih tinggi dari ekspektasi, trader bisa mempertimbangkan posisi short pada pasangan EURUSD atau hedging terhadap aset berisiko lainnya. Namun tanpa harga masuk yang konkret, tidak mungkin menetapkan tingkat open, take profit, atau stop loss secara spesifik. Oleh karena itu sinyal trading untuk pasangan ini dinilai tidak tersedia saat ini.