Data CPI Tokyo menunjukkan inflasi konsumen melambat pada Januari, mengurangi dorongan bagi BoJ untuk menaikkan suku bunga secara segera. Pembacaan utama Indeks Harga Konsumen Tokyo turun menjadi 1,5% secara year-on-year, level terendah dalam hampir empat tahun. Kondisi ini menekan tekanan untuk kebijakan lebih ketat dan meningkatkan ekspektasi bahwa BoJ akan menahan diri untuk sementara waktu.
Meski demikian, faktor fiskal Jepang dan ketidakpastian politik menjelang pemilihan mendadak pada 8 Februari tetap membayangi pasar. Kekhawatiran mengenai independensi kebijakan moneter AS juga membatasi kekuatan USD, sehingga pasangan USD/JPY berada di kisaran yang lebih tinggi namun tidak menentu. Pasar menilai bahwa gejolak geopolitik global bisa membatasi penurunan yen meski fundamental domestik lemah.
Dari sisi teknikal, USD/JPY berada mendekati level 154,00 dengan SMA 100-hari sekitar 153,98 sebagai hambatan dinamis. Indikator MACD tetap berada di wilayah negatif, menunjukkan momentum penurunan yang mereda, sementara RSI sekitar 38 menandai kondisi pasar yang masih rapuh. Reaksi harga di atas level 154 secara konsisten dapat mengangkat profil pemulihan, sedangkan gagal menembusnya menjaga nada pasar tetap berhati-hati.
Fokus pasar juga bergeser pada kebijakan fiskal Jepang yang lebih luas, termasuk kemungkinan penangguhan sebagian pajak konsumsi pada makanan. Langkah semacam itu memicu kekhawatiran tentang keberlanjutan fiskal dan beban utang di masa depan. Ketidakpastian politik menjelang pemilihan memberikan ruang bagi perubahan kebijakan yang bisa memengaruhi aliran modal.
Pelaku pasar juga menilai adanya kemungkinan intervensi bersama AS-Jepang untuk menahan pelemahan yen, meski detailnya belum jelas. Narasi intervensi ini memberi dukungan teknis bagi yen dalam jangka pendek, sementara tekanan dari ekspektasi pemangkasan suku bunga AS tetap menjadi faktor penggerak utama bagi USD/JPY. Kejelasan kebijakan yang lebih besar dapat memperbaiki mood risiko dan menambah volatilitas pasangan ini.
Secara teknikal, pasangan USD/JPY tetap berada di wilayah yang dipengaruhi SMA 100-hari, dengan proyeksi breakout jika mampu menutup di atas level tersebut. Laju MACD dan RSI menunjukkan momentum yang tidak kuat namun mulai menunjukan arah, sehingga peluang perbaikan bisa muncul jika data ekonomi mendukung. Investor akan menimbang sinyal kebijakan dan dinamika fiskal dalam menetapkan posisi trading mereka.
Di kancah global, suasana risiko telah berubah seiring rilis data ekonomi yang membentuk ulang ekspektasi kebijakan. Ketegangan perdagangan dan ancaman tarif masih membayangi, meskipun respons pasar terhadap data Tokyo relatif tenang. Pasar juga menilai arah kebijakan Federal Reserve dan potensi independensi bank sentral sebagai faktor penentu pergerakan USD/JPY.
Secara teknikal, USD/JPY menghadapi resistance di sekitar SMA 100-hari hampir 153,98 dan area 154,0 sebagai zona konfirmasi bias. Jika harga mampu menembus secara berkelanjutan, target berikutnya berada di sekitar 156,5–157,0, sedangkan penutupan di bawah 152,5 dapat menambah tekanan jual. Indikator MACD tetap negatif meskipun RSI mulai menguat dari wilayah jenuh jual, menunjukkan bahwa momentum lebih seimbang daripada kuat.
Para pedagang akan menimbang rilisan data ekonomi lanjutan dan pernyataan kebijakan Fed untuk menilai arah jangka pendek. Retracement Fibonacci sekitar 154,77 menjadi acuan teknis bagi target rebound, sementara pola harga membentuk peluang breakout jika ditopang oleh momentum yang cukup. Secara keseluruhan, risiko geopolitik dan dinamika fiskal tetap menjadi pembatas utama bagi pergerakan USD/JPY hari ini.